JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dalam lingkaran interaksi sosial di lingkungan kantor, pertemanan, atau bahkan di media sosial tentu istilah people pleaser dan people person tak asing.
Sekilas keduanya terlihat sama, sama-sama suka berinteraksi dengan orang lain ramah dan ingin membuat orang lain senang. Namun, jangan salah! Ada perbedaan antara keduanya seakan menjadi jurang pembatas antara people person dan people pleaser.
People pleaser, menjadikan seseorang menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri. Sedangkan people person adanya kemampuan alami seseorang dalam membangun hubungan yang kuat dengan orang lain.
Kenali people person, orang yang suka bergaul
Seorang people person adalah individu yang tulus dan menikmati adanya interaksi dengan orang lain. Mereka secara alami memiliki energi positif ketika berada di sekitar orang lain, membuatnya mudah dalam bergaul, hingga menjadikan seseorang ini banyak disukai karena keramahan dan sifatnya yang menyenangkan.
Kenali people pleaser, sikap yang berusaha menyenangkan orang lain
Berbeda dengan alamiah people person, seseorang dengan people pleaser seringkali menjadikan kebutuhan orang lain sebagai motivasi untuk mendapatkan validasi. Sehingga pribadi ini akan menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhannya. Mereka akan terus terperangkap dalam lingkaran rasa bersalah jika tidak dapat memenuhi ekspektasi orang lain, bahkan jika mengatakan “tidak”.
Baca Juga: Waktunya Balas Dendam Secara Sehat? Berikut Cara Elegan Atasi ‘Ghosting’, Auto Nyesel Seumur Hidup!
Mana yang menjadi kunci bahagia?
People person adalah kunci hidup agar lebih bahagia dan sehat secara mental. Sikap people pleaser adalah racun yang secara tidak sadar dapat merusak diri sendiri.
Hal ini dikarenakan people person menjadikan interaksi sebagai hal yang alamiah, dan dapat menempatkan kepercayaan diri dengan baik. Mereka mampu membahagiakan lingkungan sekitar tanpa menyakiti diri sendiri. Mereka memberi atau melakukan karena ingin, bukan karena terpaksa. Adanya batasan jelas yang mereka berikan membuat energi mereka tidak mudah terkuras. Sehingga pribadi dengan people person dapat fokus pada apa yang benar-benar penting baginya.
Sedangkan, people pleaser ibarat hidup dalam penjara ekspektasi orang lain. Mereka akan terus menerus mengalami kecemasan akan penilaian orang lain sehingga merasa kehilangan arah.
Editor : Imron Arlado