JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Fenomena tung tung tung sahur tengah jadi pembicaraan di media sosial.
Berbagai kreasi dari animasi tung tung tung sahur juga tengah marak bermunculan di platform TikTok berupa video yang banyak menjadi tontonan, tak terkecuali anak-anak.
Namun, benarkah tayangan yang seringkali menampilkan suara bising, visual yang ramai, dan bahkan konten yang kurang sesuai usia dapat mengganggu fokus anak? Berikut tanggapan psikolog dan beberapa fakta-faktanya.
Menurut Saskhya Aulia Prima, M.Psi, Psikolog anak dan keluarga mengatakan “Sebenarnya kan kalau kita mau meninjau, ini memang karakter yang nggak logis. Tapi kan karakter-karakter fiksi selain tung-tung and friends ini sudah ada sejak kita kecil, dan hampir semuanya tuh nggak logis kalau dipikir-pikir,” jelasnya.
Memang jika dilihat, tayangan tung tung tung sahur tidak jauh berbeda dengan tokoh-tokoh fiksi pada umumnya. Jika kita melihat kebelakang tung tung tung sahur juga bagian dari tradisi Ramadhan yang unik dan memiliki nilai kebersamaan, namun bagaimana jika tung tung sahur yang dijadikan sebagai animasi dan tayangan untuk anak?
Dikutip dari haibunda.com, Saskhya menjelaskan “Jadi menurut aku kalau ngomongin logis dan nggak logis, itu anak usia di atas 7-8 tahun sudah bisa bedain.
Kalau secara teori kognitif, sebetulnya tiap tahap perkembangan usia anak itu memang punya taste humor sendiri-sendiri. Nah usia anak-anak SD itu kebanyakan sudah mulai apresiasi sama humor yang aneh-aneh seperti rhyming dan cerita incoherent,” ujarnya.
Tentunya meskipun anak menonton tayangan atau tontonan apapun jelas perlu adanya dampingan orang tua, tak selalu tentang tung tung tung sahur. Perlu adanya seleksi orang tua terkait tayangan yang anak ditonton anak.
Baca Juga: Usung Konsep Ramah Anak, Ciptakan Rasa Aman dan Bahagia
Lantas, apakah tung tung tung sahur dapat mengganggu fokus anak?
Fakta psikologis menurut beberapa penelitian menyarankan agar orang tua menghindari untuk memberikan tontonan video singkat, hal ini dikarenakan akan menimbulkan anak kehilangan fokus dan konsentrasi karena ketagihan dengan tontonan short video.
Jika dikaitkan dengan beberapa tayangan tung tung tung sahur tentu banyak beredar video berdurasi pendek sekitar 3 hingga 15 detik. Hal ini yang menjadikan tayangan tung tung tung sahur dapat mengganggu fokus anak.
Tak hanya tayangan tung tung tung sahur, hendaknya orang tua tidak memberikan tayangan yang memiliki durasi pendek agar tidak menjadikan anak terganggu konsentrasinya.
Editor : Imron Arlado