Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren Hampers Bertema Arabian Hadirkan Nilai Religiusitas

Indah Oceananda • Minggu, 16 Maret 2025 | 14:35 WIB

 

Photo
Photo
 

Selain membuat kue Lebaran dan ketupat, masyarakat juga memiliki tradisi mengirimkan parsel atau hampers kepada keluarga, kerabat, teman dekat, bahkan mitra kerja. Melihat begitu besar minat masyarakat terhadap bingkisan Ramadan dan Lebaran, membuat pengusaha hampers kini berlomba-lomba menghadirkan produk buatannya lebih kreatif, kekinian, dan diminati. Salah satunya Liliana Putri. Tahun ini, dia merilis koleksi hampers terbarunya di edisi Lebaran 1446 Hijriah/2025. ”Kalau sampai saat ini yang masih laris hampers keranjang,” ungkapnya. 

Dia menyebutkan, tren koleksi hampers yang disajikan tahun ini memang mengambil tema Arabian series. ”Iya, lagi trennya di kalangan artis temanya Arabian. Karena ter-influence, akhirnya banyak permintaan parsel dan hampers dengan model tema tersebut,” bebernya.

 Berbeda dengan hampers pada umumnya. Arabian series ini cenderung eksklusif dengan menawarkan jenis barang dan harga premium. Dalam satu satu paketnya terdapat beberapa barang-barang spesial. Di antaranya kitab suci Alquran, pasmina, tasbih digital, kurma, kacang Arab, parfum, busana muslim, snack khas Timur Tengah, hingga ucapan Lebaran atau Idul Fitri spesial. Umumnya paket hampers Arabian ini dihargai antara Rp 100-an ribu hingga Rp 700-an ribu. Tergantung jenis-jenis barang yang dihadirkan untuk penerima.

 Menurut Putri, biasanya parsel Lebaran memang berisi jajanan atau kue kering sebagai suguhan saat Idul Fitri. Namun, seiring berjalannya waktu, wanita kelahiran 2000 ini mengaku permintaan pasar lebih pada kreasi parsel Lebaran dengan berbagai barang yang memiliki nilai manfaat, khususnya dalam meningkatkan nilai-nilai religiusitas.

 ”Nggak cuma sebatas makanan, ada yang hampers-nya baju, parfum atau Alquran juga. Lebih ke menambah manfaat bagi penerimanya,” tutur warga Desa Pakis, Kecamatan Trowulan ini.

 Hal sama juga diakui Fani Dwi Satya Rahmana. Perajin tas hampers sekaligus suvenir asal Mojokerto ini menambahkan, permintaan desain tas parsel tak lagi sekadar motif kubah masjid atau ketupat yang identik dengan Lebaran. Justru, banyak konsumen yang memilih desain tas hampers bertuliskan lafaz-lafaz pujian dan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atau motif netral.

 ”Ada yang minta penulisan seperti bismillah dan tabarakallah. Justru yang tulisan seperti ini yang laku atau motif netral lain. Alasannya, karena agar bisa dipakai tidak hanya saat Lebaran saja,” imbuhnya. Selain menggunakan bahan mika transparan, totebag juga banyak dipesan. Sebab, menurut dia, kedua jenis tas hampers ini tidak lekang oleh zaman dan bisa dipakai pasca Lebaran. 

Selain kedua jenis tersebut, ia juga menyediakan hampers berbahan kanvas dan spunbond dengan harga yang sangat terjangkau. ’’Harganya mulai dari Rp 2 ribu. Pilihan tas hampers Lebaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, baik pribadi, instansi maupun perusahaan,’’ pungkasnya. (oce/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#kue lebaran #hampers #Lifestyle #arabian look #hari raya idul fitri