Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Budi Daya Durian Montong hingga Musang King Muncul di Mojokerto

Farisma Romawan • Minggu, 26 Januari 2025 | 14:25 WIB
Photo
Photo

Perburuan durian lokal juga terjadi di Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang. Sejak tahun 2013, Desa di lereng Pegunungan Anjasmoro ini turut menawarkan jenis durian yang khas. Yakni, jenis montong dan musang king yang melimpah dan banyak dijual warga sekitar. Meski ukurannya lebih kecil ketimbang asalnya di Thailand dan Malaysia, dua jenis durian ini turut menyajikan sensasi rasa manis yang menggoda.

Kepala Desa Begaganlimo Mathadi Suroso mengatakan, melimpahnya durian di desanya tak lepas dari pembukaan lahan hutan produktif oleh pemerintah sejak tahun 1970-an. Saat itu, pohon durian dipilih karena memiliki akar dan kayu yang kuat. Sehingga dapat menahan tanah dari ancaman erosi saat musim hujan tiba.

’’Dulu ada namanya program kontrak oleh departemen kehutanan. Jadi, lahan hutan disewakan untuk pertanian dan perkebunan, termasuk untuk pertanian durian,’’ ungkapnya. Seiring berkembangnya waktu, Desa Begaganlimo juga kerap dijadikan jujukan pemerintah untuk program penghijauan guna mencegah bencana tanah longsor dan banjir bandang. Tanaman yang dipilih pun sebagian besar durian jenis montong dan musang king.

Bahkan, hampir setiap rumah warga saat ini tumbuh minimal satu pohon durian yang berbuah setelah 6 sampai 7 tahun ditanam. Nah, buah tersebut kini dijual dan dijajakan tiga warga yang menjadi pengepul ke pengunjung. Mereka sebagian besar berasal dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Tuban. Harga yang ditawarkan mulai Rp 30 ribu hingga 60 ribu per butir.

Tak jauh beda dengan durian lokal Trawas. Rasa durian lokal Desa Begaganlimo juga dominan manis dan pahit. ’’Kalau dari segi rasa, ada yang manis banget, ada juga yang campuran manis dan pahit,’’ imbuhnya. Atas potensi itu, ke depan, Mathadi berkeinginan pertanian dan jual-beli durian lokal Desa Begaganlimo bisa dikelola secara profesional. Utamanya, dari segi pemasaran yang bisa ditawarkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Bahkan, pemdes berencana budi daya durian endemik yang sempat ditemukan sejak dulu yang bernama durian giliran. Disebut giliran karena dulu sempat ada pohon durian gunung liar yang dijadikan sumber pendapatan secara bergiliran oleh pemangku desa setempat.

Akan tetapi, seiiring waktu, durian liar tersebut tergerus oleh pertanian produktif dan tidak ada yang membudidaya, sehingga terancam punah. ’’Kami sudah tanamkan dana desa (DD) sebesar Rp 400 juta untuk penyertaan modal pengelolaan BUMDes. Jadi, nanti durian dari warga kami pasarkan secara masif, kemudian kita jadikan Begaganlimo sebagai sentra durian lokal,’’ pungkasnya. (far/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#musang king #gondang mojokerto #durian montong