Berbagi, Interaksi, dan Sharing
Para orang tua tentu tak ingin sembarangan menerapkan pola asuh seiring masa tumbuh kembang sang buah hati. Belakangan ini, kegiatan pengasuhan anak seperti playdate bisa dijadikan pilihan alternatif para ayah-bunda untuk mengasah kemampuan anak, sekaligus wadah bagi orang tua berbagi pengalaman.
Sejatinya, playdate merupakan kegiatan bermain bersama yang diikuti dua anak atau lebih. Sebelumnya pertemuan tersebut telah diatur orang tua mereka. Hal ini, seperti yang dilakukan Octavia Candra Kirana, ibu satu anak asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Dia mengaku menjadikan playdate sebagai kegiatan selingan di samping mengasuh sang anak, Adinda Shafania Kirana Salsabila, 4, secara langsung alias tanpa bantuan asisten rumah tangga (ART) atau babbysitter. ”Untuk playdate sendiri jadi kegiatan alternatif saja dari rutinitas kita sehari-hari. Kita cari waktu yang pas dengan teman atau kerabat,” ungkapnya.
Kegiatan ini, diakui Octa, dilakukan di sela-sela rutinitas Nana, sapaan karib Kirana, yang cukup padat. Lantaran balita ini merupakan atlet Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kota Mojokerto, selain menjadi siswi taman kanak-kanak (TK). ”Seringnya main di playground, biar Nana interaksi sama temannya atau kenalan sama anak-anak seusianya di sana,” jelas Octa. Sementara dirinya, saat sang anak bermain, memantau sambil sharing bersama teman maupun orang tua pengunjung playground.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi penting. Selain bagi sang anak, sekaligus bagi para orang tua untuk menambah wawasan dalam mengasuh buah hati. ”Untuk lokasi playground-nya semau anaknya saja. Biasanya, Nana ini minta di mal. Waktunya saja yang kita sesuaikan supaya bisa bareng,” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi