JAWA POS RADAR MOJOKERTO - KORAN merupakan surat kabar atau media penyampaian berita terkini dengan beragam topik.
Kebanyakan, koran yang sudah dibaca dan berita yang tidak terbaru lagi akan dibiarkan begitu saja.
Akan tetapi, koran bekas tersebut masih dapat dimanfaatkan dengan baik.
Bisa dijadikan sebagai bahan fashion sekaligus media pembelajaran dan menggali kreativitas.
Bahkan, di kalangan anak-anak, kreativitas membuat kostum koran sangat digemari.
Disamping bertujuan untuk mengasah otak, kostum koran juga menjadi edukasi mengenai pemanfaatan barang bekas.
Koran yang sudah dibaca, nantinya bisa diolah dengan tangan kreatif anak-anak bersama orang tua. Dengan memanfaatkan kreativitas yang ada, ide membuat model kostum koran juga semakin luas.
Berbagai referensi dapat dijadikan rujukan. Kemudian mengkreasikan dengan ide baru yang menarik, kreatif dan bernilai seni.
Seperti yang diungkapkan Erwin Dwiningrum, guru TK Dharma Wanita di Desa Randengan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Menurutnya, saat ini ketertarikan kreativitas anak usia dini pada pemanfaatan barang bekas semakin tinggi, khususnya pada koran bekas.
Buktinya, mayoritas sekolah, khususnya Taman Kanak-kanak (TK) telah menanamkan pembelajaran untuk mengelola barang bekas menjadi barang berharga.
”Banyaknya minat pada pemanfaatan koran bekas, membuat barang tersebut tidak lagi dipandang sebelah mata. Kemudian, kostum yang akan dibuat tentunya berangkat dari sebuah ide dan konsep terlebih dahulu,” ungkap perempuan 38 tahun itu, kemarin.
Untuk memberikan kesan unik dan menarik pada kostum koran, perlu persiapan matang sebelum mengkreasi.
Mulai dari menyiapkan alat dan bahan yang lengkap. Seperti koran, gunting, lem, pernak-pernik asesoris, cat pewarna, dan sebagainya.
Alat dan bahan tersebut digunakan untuk mempercantik kostum hasil kreativitas berbahan koran bekas.
Erwin menambahkan, model kostum yang biasa dijadikan fashion show sebagian besar memang disesuaikan dengan tema kegiatan.
Selain itu, dibutuhkan perpaduan antara model kostum dengan tubuh pemakainya.
Sedangkan jika yang akan memakai adalah anak-anak, model baju baiknya disesuaikan dengan seputar dunia anak.
Mulai dari berkonsep tokoh animasi, seperti princes dan hero, maupun karakter lainnya.
”Model baju korannya disesuaikan dengan usia anak, agar cocok dan terlihat menarik ketika dipamerkan,” tuturnya.
Dia menegaskan, kostum dengan bahan koran ini sangat menarik. Sebab, bahan yang digunakan tergolong ramah lingkungan.
Keunikan lainnya dapat dikreasikan dengan model-model yang menarik.
Sehingga kostum tersebut tampak lebih unik dan bernilai.
Selain itu, anak-anak juga dapat mengembangkan kreativitasnya melalui ide-ide cemerlang.
Dengan demikian akan menghasilkan kostum fashion koran yang bisa dijadikan pameran.
Sekaligus memperkenalkan bahwa kreativitas bisa diterapkan di mana saja.
”Bahkan, pada bahan yang susah sekalipun, dapat berubah menjadi sesuatu yang unik dan berharga,” tandasnya.
Enis, Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Trowulan menambahkan, memang tidak mudah dalam membuat kostum berbahan koran.
Kendala tersebut perlu diperhatikan agar hasil pengerjaan kostum lebih maksimal dan sesuai harapan.
”Biasanya terkendala dari waktu pengerjaan. Sehingga hasil kostum koran tersebut masih kurang memuaskan. Kendala lainnya karena bahan koran yang mudah robek. Perlu memperhatikan secara khusus untuk menjadikan bahan tersebut bisa digunakan dengan awet,” imbuh perempuan 58 tahun tersebut.
Untuk menjadikan kostum koran semakin dilirik dan diminati, perlu untuk terus meng-update tren model.
Hal itu, kata dia, sangat penting untuk tetap mempertahankan keunikan dari kostum koran.
Agar tetap dilestarikan dan dikembangkan. Menurut Enis, kostum berbahan koran ini cukup perlu mendapat perhatikan dari perawatan.
Dengan cara tersebut, kostum berbahan koran tetap terlihat awet dan menarik.
”Kostum yang awet dan menarik itu tergantung perawatan dan penyimpanannya. Semakin dirawat dengan baik, kostum koran akan tampak seperti baju unik pada umumnya,” tandasnya.
Diharapkan, media pembelajaran pemanfaatan koran disulap menjadi fashion, anak-anak akan dapat menggali kreativitasnya.
Mereka juga mampu memahami bahwa koran menjadi surat kabar atau media penyampaian berita yang relevan.
”Dengan menggunakan kostum koran, anak pasti ingin membaca apa yang mereka pakai,” tandasnya. (nailul/ris)
Editor : Hendra Junaedi