RADARMOJOKERTO - Bisnis yang dirintisnya ini berawal dari kecintaan Setiawan Ramadhani Wicaksono pada bunga anggrek.
Ia mulai menjalankan usahanya dari 2017 atau dari sejak duduk di bangku SMP.
Awalnya Dhani, begitu Setiawan Ramadhani Wicaksono, akrab disapa, bergabung menjadi reseller anggrek.
Kemudian setelah usaha anggreknya laku pesat, Dhani lantas mengumpulkan modal dan membangun kebun di halaman rumah saudaranya.
Hingga akhirnya pada tahun 2021 Dhani sudah memiliki kebun sendiri di Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
”Awalnya, saya diajak ibu ke pasar bunga di Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto. Tiba-tiba saja saya tertarik dengan anggrek bulan. Dan dari situlah muncul kecintaan saya pada bunga anggrek,” ucapnya.
Pada tahun 2020, saat pandemi melanda, pemuda 20 tahun ini memulai bisnis anggrek melalui sosial media dengan dibantu tujuh orang teman.
Omzet yang diraih imbas live melalui sosial media waktu pandemi melonjak di angka Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.
Selain itu, hasil bisnis mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini semakin moncer ketika dia bergabung dengan reseller anggrek terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Nyoblos Capres Oke, Caleg malah Tak Kenal, Begini Penuturan Pemilih Pemula di Kota Mojokerto
Belakangan bunga anggrek yang dipasarkan Dhani ada empat jenis. Yakni, dendrobium bulat, dendrobium keriting, catteleya dan anggrek vanda.
Menurut Dhani, bunga anggrek yang menjadi favorit konsumen adalah anggrek jenis cattleya. "Pengiriman kami sudah ke seluruh Indonesia,” tambahnya.
Tak hanya paket bundling saja, Dhani juga memberikan give away maupun diskon pada konsumen.
”Biasanya dalam sekali live di sosial media, laku hingga 130 pot, itu ketika ramai pembeli,” pungkasnya. (zukria amelia)
Editor : Moch. Chariris