RADARMOJOKERTO - Kini kacamata bukan hanya sebagai alat bantu untuk melihat. Namun, sekaligus penunjang penampilan.
Agar bagian wajah tidak terkesan sepi, kacamata menjadi salah satu komponen fashion untuk dijadikan aksesori.
Model kacamata pun bervariatif dan berubah menyesuaikan tren yang sedang berkembang.
Relly Sari, 22, seorang pegawai salah satu optik kacamata di Sunrise Mall Mojokerto mengatakan, yang menjadi pembeda antar satu kacamata dengan lainnya terletak pada bentuk frame atau bingkai.
Di tahun ini, bingkai kacamata cat eye paling banyak diminati. Itu dicirikan dengan bagian ujung bingkai yang runcing ke atas menyerupai mata kucing.
”Tren kacamata cat eye sudah dari tahun 2023 kemarin. Namun, hingga saat ini model tersebut tetap banyak dicari,” jelasnya, Senin (12/2).
Frame cat eye dapat dipadukan dengan berbagai jenis warna dan motif. Terdapat dua varian model cat eye yang menjadi favorit anak muda.
Yakni, clear cat eye berwarna polos bening, serta leopard cat eye bermotif macan tutul. Clear cat eye dicirikan dengan penggunaan warna soft dan bening.
Seperti putih, hitam, cokelat dan merah muda. Sedangkan leopard cat eye menggunakan motif menyerupai kulit macan pada bingkainya.
”Baik clear maupun motif sama bagusnya. Kembali ke selera pemakai. Clear cat eye membuat tampilan kalem, sedangkan motif menambah aksen ramai pada bagian mata,” paparnya.
Selain sedang tren, kacamata cat eye digemari karena bentuk runcingnya membuat mata menjadi tampak tegas dan tajam.
Di samping itu, bingkai model mata kucing ini cocok bagi mereka yang memiliki wajah bulat dan pipi tembam.
”Tipe wajah bulat cenderung sulit menemukan frame kacamata yang tepat. Dengan menggunakan cat eye saya bisa tampil lebih pede” ujar Aisyah Jihan, 20, salah satu penggemar kacamata jenis ini.
Peminat kacamata cat eye berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari remaja perempuan hingga ibu muda.
Relly mengungkapkan, sejauh ini cat eye dikhususkan bagi perempuan, karena model frame runcingnya merefleksikan unsur femininitas.
”Memang didesain digunakan bagi kaum perempuan,” pungkasnya. (wilda mifta)
Editor : Moch. Chariris