Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren Self Photo Studio, Jadi Pilihan Kaum Introvert untuk Abadikan Momen Berkesan

Moch. Chariris • Sabtu, 27 Januari 2024 | 01:08 WIB
CIAMIK: Hasil self-photo sepasang remaja di salah satu studio di Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto (Sayyidah Hafidhatul Ilmi dok for Radar Mojokerto).
CIAMIK: Hasil self-photo sepasang remaja di salah satu studio di Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto (Sayyidah Hafidhatul Ilmi dok for Radar Mojokerto).

RADARMOJOKERTO - Photoshoot menjadi opsi bagi kebanyakan orang untuk mengabadikan momen berharga. Seperti, prewedding dan wisuda.

Hal tersebut dikarenakan kualitas foto artistik yang akan didapat. Tak hanya itu, konsep, pose, dan fotografer berpengalaman pun akan dikerahkan untuk pelanggan photoshoot.

KARISMATIK: Hasil self-photo pengunjung di salah satu studio di Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (foto: Sayyidah Hafidhatul Ilmi Radar Mojokerto).
KARISMATIK: Hasil self-photo pengunjung di salah satu studio di Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (foto: Sayyidah Hafidhatul Ilmi Radar Mojokerto).

Tak ayal jika para pelanggan perlu merogoh kocek cukup besar untuk melakukan sesi pemotretan. Kini, aktivitas photoshoot menawarkan konsep yang lebih praktis dan ekonomis.

Yakni, dengan self-photo yang kini digemari oleh kalangan gen-Z dan milenial. Selain karena harga, self-photo juga dapat dilakukan untuk memotret momen sederhana yang berkesan.

Seperti, berjumpa kawan, pasangan, atau secara cuma-cuma sebagai bentuk menyenangkan diri sendiri dengan menambah koleksi foto.

”Tidak harus menunggu event tertentu, momen kecil jika ingin diabadikan dengan proper bisa lansung datang ke self-photo studio,” ujar Sayyidah Hafidhatul Ilmi yang akrab disapa Afi, pemilik salah satu self-photo studio di Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (25/01).

Terinspirasi dari photobox, self-photo tidak menggunakan fotografer. Melainkan remot kontrol yang digenggam untuk memotret objek.

Hal yang membedakan ialah, self-photo menggunakan berbagai latar dan konsep, sehingga pelanggan memiliki banyak opsi dan merasakan euphoria foto yang menyenangkan.  

Disamping itu, salah satu alasan viralnya self-photo, karena prosesnya yang introver friendly. Karena tidak didampingi fotografer dan para asisten, pelanggan dapat bergaya sesuka hati dan lebih leluasa ketika melakukan photoshoot. Oleh karena itu self-photo jadi tren saat ini.

Self-photo ini banyak diminati berbagai kalangan mulai dari remaja hingga dewasa. Pelanggan yang sudah berumah tangga kebanyakan datang untuk mengabadikan momen buah hati. 

Sedangkan remaja generasi-Z mayoritas datang untuk menciptakan kenangan bersama teman atau pasangan. ”Memang agak susah bagi orang dewasa yang tidak terlalu terpapar tren untuk melakukan self-photo, namun setelah dijelaskan mereka jadi suka,” pungkas Afi. (wilda mifta)

 

Editor : Moch. Chariris
#momen #milenial #remaja #self photo studio