Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren Inovasi Kebaya Kasual, Diminati Generasi Korean Style

Moch. Chariris • Jumat, 12 Januari 2024 | 05:12 WIB
TRADISIONAL-MODERN: Desainer Nida Aliyah (tengah) diapit dua model yang mengenakan karya kebaya pengantin. (foto: Nida dok for Radar Mojokerto)
TRADISIONAL-MODERN: Desainer Nida Aliyah (tengah) diapit dua model yang mengenakan karya kebaya pengantin. (foto: Nida dok for Radar Mojokerto)

RADARMOJOKERTO.JAWAPOS.COM - Kebaya merupakan pakaian sejenis atasan tradisional wanita Indonesia. Pemakaiannya dipadukan dengan rok lilit atau jarik.

Kebaya dibuat dengan beragam bahan. Baik  yang bertekstur kasar, seperti organza dan brokat, maupun bahan halus seperti katun, bludru dan satin. Potongan kebaya pun dibuat pas sesuai bentuk tubuh. Hal ini bertujuan untuk memancarkan nilai rapi, elegan dan anggun dari seorang wanita. Tak heran, jika kebaya dipakai untuk acara formal dan bergengsi daripada dijadikan sebagai daily outfit.

MENGHIAS: Nida Aliyah menempelkan aksen border ke baju pengantin pria untuk menambahkan kesan elegan (foto: Nida dok for Radar Mojokerto)
MENGHIAS: Nida Aliyah menempelkan aksen border ke baju pengantin pria untuk menambahkan kesan elegan (foto: Nida dok for Radar Mojokerto)

Namun, baru-baru ini, maraknya pemakaian kebaya secara kasual kian menjadi tren bagi perempuan gen-Z. Mereka tak lagi mengkhususkan kebaya untuk acara formal, namun juga untuk bepergian sehari-hari, ke kantor, kampus, hingga hang out bersama teman sejawat.

Menurut Nida Aliyah, 21, desainer muda hal tersebut merupakan evolusi perpaduan kebaya akibat dari perbedaan preferensi antargenerasi Z dengan generasi sebelumnya. ”Kebanyakan anak muda suka tampil unik dan simpel tanpa mengurangi esensi femininnya,” tuturnya kepada www.radarmojokerto.jawapos.com, Kamis (11/01).

Nida menambahkan bahwa kebaya kasual yang sedang tren ini merupakan jenis kebaya modern yang dikembangkan dari dua model kebaya tradisional. Yakni, model Kartini dan kutu baru. Selain itu, perbedaan ukuran juga tampak jelas. Kebaya modern cenderung dibentuk dan dibuat oversize ketimbang kebaya tradisional.

Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan memudahan gerak pemakainya. ”Ya karena itulah mereka (perempuan gen-Z) memakai kebaya di berbagai acara, termasuk acara nonformal,” imbuh mahasiswi Tata Busana Universitas Negeri Surabaya ini.

Bawahan yang kerap dikenakan pun tidak lagi jarik sempit layaknya kebaya tradisional. Perempuan gen-Z lebih memilih memadukan kebaya dengan celana highwaist jeans dan rok A-line untuk menambahkan kesan timeless dan modis. ”Kebaya terkesan ramai, karena aksen dan motifnya banyak. Dipadukan dengan rok dan jeans polos akan terlihat lebih kalem” papar Nida.

Di bidang pewarnaan, kebaya modern tidak lagi pakem terhadap warna dan variasi layaknya kebaya tradisional. Kebaya modern cenderung menggunakan warna beragam mulai dari netral seperti coklat, hitam, putih hingga warna kontras seperti ungu, merah, oranye. ”Warna apa pun tetap terlihat unik di kebaya modern, asalkan bawahannya netral. Itu saja,” jelas Nida.

Terobosan kebaya modern ini membuat generasi muda menjadi melek akan budaya kebaya. Lebih lagi, ia meyakini bahwa perpaduan kebaya kasual akan banyak diminati, karena mirip dengan Korean look, kiblat fashion anak muda saat ini. ”Seperti gaya casual vintage ala Korea, kebaya sebagai pengganti outer,” pungkasnya. (wilda mifta)

 

Editor : Moch. Chariris
#modern #kasual #fashion