Ditemani panorama Gunung Welirang yang mulai temaram, ia mulai mendirikan tenda untuk bermalam bersama keluarga. Sepanjang malam sampai keesokan hari, berbagai aktivitas bermakna mereka lewati.
Menghabiskan waktu di camping ground menjadi pilihan keluarga Fuad saat akhir tahun kali ini. Staycation dengan nuansa alam ini dirasanya sangat cocok daripada bersesak-sesak di objek wisata pada umumnya.
”Daripada juga liburan tek-tokan, datang langsung pulang, pasti sampai rumah capek. Kalau menginap begini suasananya sangat berbeda,” ujar pria yang tinggal di Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tersebut.
Bukan hotel atau vila, dia memilih staycation dengan menginap di tenda. Dia tidak mau hanya pergi ke tempat wisata lalu pulang dengan sisa-sisa rasa lelah tanpa kesan.
Di lokasi kemping yang baru dibuka di Trawas itu, Fuad bisa menikmati suasana pegunungan secara lebih dekat daripada penginapan lainnya. Di tempat itu pula, menurutnya, telah disediakan alat-alat masak dan kebutuhan untuk berlibur. Cukup menempuh jarak 3 kilometer dari Jalan Raya Trawas, mereka menghabiskan waktu libur seharian.
Dari masak-masak bareng, ngobrol, sampai berfoto-foto dengan latar belakang pegunungan nan indah. Suasana hawa dingin itu juga berhasil merefleksi kejenuhannya dari dunia kerja yang melelahkan.
”Sangat fresh, keluarga juga senang dengan suasana alam seperti ini. Daripada kita ke tempat wisata yang jauh dan pasti macet,” tutur Fuad yang sehari-hari bekerja sebagai konten kreator tersebut.
Menurut pria 30 tahun itu, camping ground memang banyak menjadi pilihan bagi keluarga yang ingin merasakan sensasi mendaki tanpa naik gunung.
Apalagi saat ini pendakian di Gunung Arjuno dan Welirang sedang ditutup sampai pergantian tahun. Dengan suasana gunung di tempat camping, sensasi refreshing secara instans dan berkesan pun bisa didapatkan. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah