RADARMOJOKERTO.JAWAPOS.COM - Maraknya fenomena sepeda listrik menginspirasi Yazid, warga asal Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, bersama temannya membuka usaha rental sepeda listrik.
Usaha yang baru dirintis ini, berawal dari menjamurnya peminat sepeda listrik di sekitar rumahnya. Terlebih, mendekati musim libur sekolah. Hal ini yang membuat Yazid memutuskan menerima tawaran kerja sama dengan temannya, Nurul Huda, juga warga Kedungmaling. Nurul Huda sebelumnya lebih dulu merintis usaha serupa.
”Awalnya saya tidak mau, soalnya jalannya masih jelek. Sekarang (jalannya) sudah bagus, terus anak-anak sekolah juga mau liburan semester. Jadi, saya setuju kerja sama bagi hasil dengan teman saya,” ujarnya, Selasa (12/12).
Kini, di rumah Yazid terdapat 20 unit sepeda listrik. Setiap hari beroperasi dari pagi hingga 22.00. Harga sewa untuk 1 unit sepeda listrik Rp 10 ribu per jam. Jika ingin menyewa 24 jam, Yazid menaruh harga Rp 60 ribu. Meski baru merintis, namun usahanya kini sedang naik daun. Kendati pun peminatnya hanya dari kalangan anak-anak. ”Yang paling sering nyewa itu ya anak-anak,” tuturnya.
Yazid menjelaskan, sistem usaha yang dirintis bersama temannya menggunakan sistem bagi hasil. Hasil yang diperoleh Yazid akan disetorkan kepada pemilik sepeda listrik. Kemudian penghasilan akan dibagi untuk per Rp 10 ribu. Dalam per Rp 10 ribu, Yazid hanya menyetorkan Rp 6 ribu ke pemilik sepeda motor listrik. Sedangkan sisanya Rp 4 ribu adalah bagian Yazid. ”Sistemnya bagi hasil, setiap satu bulan sama teman saya yang punya sepeda ini,” jelasnya.
Dalam sehari usaha rental sepeda listrik Yazid ini mampu mengantongi Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Yazid mengungkapkan, persewaan tersebut ramai di jam-jam pulang sekolah, khususnya ketika memasuki akhir pekan. ”Paling ramai ya waktu libur sekolah, Sabtu malam Minggu, atau hari Minggu, saat libur sekolah,” tambahnya.
Kendati banyak peminat dari kalangan anak-anak, Yazid tetap membatasi usia penyewa, minimal duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Ia melarang penyewa melintasi sekitar jalan raya. ”Banyak yang mau sewa, setiap hari gantian. Tapi, kalau masih terlalu kecil tidak saya izinkan. Jika mereka nekat pergi ke jalan raya akan saya sita sepeda listriknya,” tandasnya. (nadya az zahra)
Editor : Moch. Chariris