Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren Tato, Model Patchwork Jadi Idaman

Indah Oceananda • Minggu, 15 Oktober 2023 | 13:35 WIB

KETAGIHAN: Agnes Magdalena yang mulai menato tubuhnya sejak 2011, kini sudah memiliki 18 tato di sekujur tubuhnya.
KETAGIHAN: Agnes Magdalena yang mulai menato tubuhnya sejak 2011, kini sudah memiliki 18 tato di sekujur tubuhnya.
KEBERADAAN tato saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kaum urban. Sebagai bentuk seni tubuh, menjadi alasan banyak orang merekatkan tinta permanen di atas kulitnya.

Seniman tato Mojokerto Daniel Triandika Syahputra mengatakan, penyuka tato di Mojokerto masih banyak. Saat ini, kebanyakan tato dengan gambar kecil atau patchwork banyak digandrungi.

Utamanya oleh anak muda. ”Gambar atau modelnya beda-beda, tergantung selera. Cuma memang akhir-akhir ini kebanyakan small tatto,” kata pria akrab disapa Berto ini.

Tidak hanya berupa gambar, beberapa pelanggannya kerap memesan simbol juga dijadikan tato.

Pria 36 tahun ini menyebut, pemasangan tato di tubuh memang kerap membuat candu pemiliknya.

KETAGIHAN: Agnes Magdalena yang mulai menato tubuhnya sejak 2011, kini sudah memiliki 18 tato di sekujur tubuhnya.
KETAGIHAN: Agnes Magdalena yang mulai menato tubuhnya sejak 2011, kini sudah memiliki 18 tato di sekujur tubuhnya.

”Benar pasti candu, karena kalau pasang tato dengan orang yang benar atau profesional bisa terlihat bagus dan hasilnya sesuai harapan,” beber warga Kecamatan Gedeg ini.

Pemasangan tato, lanjut Berto, punya tarif yang berbeda antara artist satu dan lainnya.

Sebab, ada yang dihitung berdasarkan jumlah tato, ukuran, hingga durasi pengerjaan.

”Kalau saya hitungannya sesuai ukuran dan warna. Kalau monokrom, harganya Rp 4000 per sentimeter, sedangkan yang warna Rp 5000 per sentimeter,” tandas dia. (oce/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah