Ditandai dengan maraknya lagu-lagu berbahasa Jawa yang mulai disenangi semua kalangan.
Selain isinya didominasi menggambarkan patah hati, lagu berbahasa Jawa juga dikemas dengan musik kekinian.
’’Bisa dinikmati semua kalangan dan di manapun tempatnya. Karena lokal jadi penikmatnya banyak,” ujar pengamat musik asal Mojokerto Widya Kartika.
Dia menambahkan, sejumlah lagu berbahasa Jawa diminati publik karena adanya kesinambungan antara lirik, melodi dan harmoni lagu.
’’Kalau aransemen musiknya bagus, lagunya gampang dibawakan. Orang bisa menyanyikannya dengan baik, lagunya gampang dipahami, pada saat itulah lagu gampang jadi hits,” imbuhnya.
Fenomena ini membawa perubahan dalam selera musik masa kini dibandingkan era 90-an. Pasalnya, saat itu lagu-lagu pop dengan berbagai genre banyak disukai masyarakat sesuai selera mereka.
’’Kalau lagu berbahasa Jawa sekarang kan liriknya ambyar semua dan ritme musiknya antara satu dan lainnya sama. Jadi kalau dibandingkan sama tren musik 90-an sudah jauh sekali,” tuturnya.
Terpisah, Kabid Kebudayaan Dikbud Kota Mojokerto Joko Purwanto memaparkan, dalam beragam event, lagu berbahasa Jawa banyak dinyanyikan oleh masyarakat.
Tren ini dinilai positif karena bisa membawa dampak pelestarian bahasa daerah lewat kreativitas karya musik.
’’Kami berharap ini bisa menjadi wadah terutama bagi anak-anak muda agar semakin mencintai dan melestarikan bahasa daerah,” tandasnya. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah