Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sambel Wader, Kuliner Khas Kabupaten Mojokerto, Dipercaya Menu Spesial Bangsawan Majapahit

Martda Vadetya • Minggu, 13 Agustus 2023 | 16:00 WIB

OTENTIK: Sajian sambal wader khas Kabupaten Mojokerto yang memiliki cita rasa yang otentik.
OTENTIK: Sajian sambal wader khas Kabupaten Mojokerto yang memiliki cita rasa yang otentik.
Kabupaten Mojokerto punya segudang potensi wisata yang didukung dengan beragam kuliner khas. Salah satunya adalah sambel wader. Masakan khas yang diyakini sebagai salah satu warisan Kerajaan Majapahit ini pun kelezatannya dikenal hingga kancah Nasional.

SAMBEL wader merupakan olahan makanan berbahan dasar ikan wader yang diolah dengan bumbu racikan tradisonal dan dipadukan dengan sambal terasi khas Kabupaten Mojokerto.

Dilengkapi lalapan, perpaduan gurihnya ikan wader dan segarnya sambal membuat siapapun yang mencicipi bakal ketagihan karena kenikmatannya.

Sajian sambel wader khas Bumi Majapahit ini banyak dijajakan sejumlah warung dan rumah makan di wilayah Trowulan yang notabene merupakan kawasan wisata religi dan sejarah.

Hal ini menjadi salah satu faktor tersohornya kelezatan sambal wader hingga ke kancah nasional. ’’Sambel wader yang kita kembangkan sebagai ikon kuliner khas Kabupaten Mojokerto ini tersentral di wilayah Trowulan.

Dari kawasan Kolam Segaran sampai wisata religi Makam Syekh Jumadil Kubro (Troloyo), lebih dari 10 warung yang khusus menjual sambel wader,’’ ujar Kadisbudporapar Kabupaten Mojokerto Norman Handhito.

Kelezatan sambel wader ini disebut tidak bisa didapat di daerah lain. Tak heran, jika warga dari berbagai daerah kerap berkunjung lagi ke Trowulan hanya untuk menikmati sensasi kuliner khas Bumi Majapahit ini.

’’Mulai dari masyarakat biasa, wisatawan luar daerah bahkan sampai pejabat pun mengakui nikmatnya masakan khas sambel wader ini. Mereka sampai sering balik lagi ke Trowulan,’’ terangnya.

Melihat potensi yang mengiringi, Pemkab Mojokerto pun getol mengembangkan dan mem-branding sambel wader.

Di antaranya lewat Majafest yang telah tiga kali digelar ini. Adanya potensi di sektor ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, lanjut Norman, membuat pemkab mencanangkan program pembudidayaan ikan wader dalam waktu dekat.

’’Sejauh ini sebagian ikan wader didatangkan dari luar daerah. Di sini belum ada yang membudidayakan. Goal-nya nanti, semua depot dan warung di Kabupaten Mojokerto akan menjual kuliner khas ini,’’ tandas Norman.

Konon para abdi Majapahit kerap mengambil ikan-ikan kecil dari Kolam Segaran sebelum diolah dan disuguhkan pada para bangsawan kerajaan.

Bahkan, kuliner khas ini kerap disuguhkan dalam acara penting kerajaan. Hal ini didukung dengan teks Jawa Kuno yang tertuang dalam Prasasti Masahar atau Prasasti Gemekan.

Hasil tafsir ahli epigrafi pada sisi kanan prasasti andesit tersebut menyebutkan, hidangan yang disajikan dalam upacara sima. Yakni, lalap mentah, lalap matang, bertumpuk-tumpuk, dendeng tawar, dendeng asin, kakap, udang, bilunlun.

’’Dendeng tawar dan dendeng asin itu olahan ikan sungai yang sekarang adalah sambel wader. Memang tidak menyebutkan ikan wader tapi di situ menyebutnya bilunlun, sejenis ikan sungai,’’ ungkap Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo menambahkan.

Prasasti berangka tahun 852 saka atau 930 masehi ini ditulis saat Mpu Sindok merajai Mataram Kuno. Beberapa abad sebelum Majapahit berdiri. ’’Prasasti di abad ke 9-10 masehi memang sudah banyak menuliskan masakan olahan ikan-ikanan,’’ imbuhnya. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #kuliner khas #sambel wader #mojokerto