Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Musim Layangan di Mojokerto, Butuh Lima Orang Terbangkan Layang-Layang Naga

Martda Vadetya • Minggu, 6 Agustus 2023 | 15:05 WIB

UNIK: Aneka bentuk kreasi layangan bikinan warga sebagai bentuk ekspresi.
UNIK: Aneka bentuk kreasi layangan bikinan warga sebagai bentuk ekspresi.
HOBI menerbangkan layang-layang seolah tak lekang ditelan zaman. Justru, salah satu permainan tradisional ini mendapat tempat tersendiri di tengah masyarakat. Tak jarang, beragam jenis layangan menghiasi langit Mojokerto saat musim kemarau seperti saat ini.

Saat ini bentuk dan jenis layang-layang atau layangan semakin variaitf. Utamanya, layangan hias. Belakangan, salah satu layangan hias yang digandrungi adalah layangan ular naga.

Selayaknya ular,  layangan tiga dimensi ini memiliki bentuk memanjang. Bahkan, panjangnya bisa mencapai lebih dari 100 meter.

’’Kalau untuk festival panjangnya bisa lebih dari 100 meter. Sejauh ini yang pernah saya punya dan bikin itu paling panjang 90 meter,’’ ungkap penghobi sekaligus pengrajin layangan, Fajar Setiawan.

Pemuda 21 tahun ini mengaku biasa menerbangkan sejumlah koleksi layangan naga miliknya saat akhir pekan. Mengingat ukuran layangan yang relatif jumbo, butuh ruang dan tenaga angin yang cukup agar layangan terbang mengudara.

Fajar biasa menerbangkan layangan bersama rekan satu komunitasnya, Armor Team, di area Jembatan Rejoto.

Terutama saat musim kemarau antara bulan April-Agustus saat angin berhembus kencang. Setidaknya, membutuhkan lima orang untuk menerbangkan layangan naga dengan panjang sekitar 50 meter.

’’Butuh sampai lima orang buat menerbangkan satu layangan naga ini,’’ jelas pemuda Dusun Kedawang, Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, ini.

Kelima orang tersebut, punya peran masing-masing agar layangan mengudara sempurna. Mulai dari membentang ekor, memegang kepala hingga tali layangan.

’’Sebenarnya (jumlah penerbang layangan) menyesuaikan tinggi terbang layangan dan kekuatan angin juga. Kalau ketinggian standar ya lima orang tadi,’’ sebut bungsu dari tiga bersaudara ini.

Diakuinya, menerbangkan layangan ukuran jumbo ini butuh usaha ekstra. Terlebih, saat hembusan angin dirasa kurang memadai untuk membuat sang naga mengudara sempurna. ’’Kalau anginnya kurang kencang, ya sering gagal terbang,’’ tandas Fajar. (vad/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#musim #naga #layangan #kota #Rejoto #layang-layang #kemarau #mojokerto