Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren Kebaya di Mojokerto, Jaga Pakem, Beri Sentuhan Kekinian

Fendy Hermansyah • Minggu, 9 Juli 2023 | 14:20 WIB

TERKINI: Busana kebaya kekinian diperagakan oleh model asal Mojokerto.
TERKINI: Busana kebaya kekinian diperagakan oleh model asal Mojokerto.
HINGGA saat ini kebaya masih menjadi salah satu busana favorit para pengantin. Seiring dengan kreasi dan inovasi pada busana tradisional tersebut yang makin beragam. Dengan sentuhan kreasi kekinian yang fresh tanpa menghilangkan pakem, kini kebaya menjadi pilihan para pengantin milenial.

Fashion designer Mojokerto Safrizal Roji Tuasikal menyebut, kebaya masih menjadi pilihan busana pengantin ditengah perkembangan mode saat ini. Terutama, bagi mereka yang ingin melangsungkan pernikahan dengan konsep tradisional.

Menurutnya, kini ada beberapa jenis kebaya tradisional yang menjadi favorit para pengantin. Yakni, kebaya kutubaru, kurung, dan kebaya dress. Dengan warna soft sejenis peach, champagne, maupun baby blue.

’’Memang sampai sekarang masih banyak yang memilih kebaya untuk busana pengantin. Bahkan, banyak juga yang pakai kebaya dari proses akad sampai resepsi,’’ ungkap owner Saf Tuasikal Fashion ini.

Dijelaskannya, busana tradisional satu ini masih menjadi pilihan karena adanya sentuhan kreasi kekinian yang membuat pengantin wanita lebih fresh dan menawan. Walaupun, inovasi dari para desainer tersebut tidak merombak total seluruh unsur fashion kebaya.

’’Yang bisa kita variasikan mungkin di bagian sayap, layer, tail, atau aksennya ya. Kalau kami saat ini sedang kembangkan konsep beauty and eccentric dengan memadukan kebaya dan aksen kulit seperti di bagian belt. Jadi lebih eksentrik dan memang lebih disukai pengantin milenial ya,’’ beber desainer 30 tahun ini.

Namun begitu, diakuinya, sentuhan kreasi kekinian tersebut tak mengurangi pakem pada kebaya yang syarat akan nilai budaya.

Pada kebaya kutubaru misalnya. Para desainer tak menghilangkan model khas pada bagian kancing baju maupun potongan yang relatif terbuka pada bagian atas. Dan menggunakan bawahan kain batik, tenun, ulos, ataupun kain khas daerah masing-masing untuk mempertahankan kesan tradionalnya.

’’Jadi memang tren atau inovasi dan kreasi ini tidak merubah bentuk dan pakem kebaya itu sendiri. Tidak merombak total, hanya penambahan aksennya saja. Karena memang, wanita yang pakai kebaya kesannya jadi lebih kalem, anggun dan elegan,’’ terangnya.

Kesan elegan dan simpel pada kebaya saat ini salah satunya dari pemilihan bahan serta warna yang lebih soft. Seperti bagian pada bagian tail kebaya. Menurut Safrizal, pada tahun 2017 tren kebaya memakai ekor berbahan bludru yang dibordir.

Hingga menghabiskan bahan kain sebanyak 20 meter lantaran panjang dan tebal yang relatif jumbo. ’’Sekarang lebih simpel dan elegan. Sekarang kebanyakan pakai kain organza, tile, atau lace. Yang panjangnya pun disesuaikan, jadi kebayanya nggak berat juga,’’ tandas desainer muda ini. (vad/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#soft drink #Fresh #kota #fashion #fesyen #kabupaten #pengantin #Lifestyle #busana #mojokerto #kebaya #pakem