Seperti yang diterapkan di Gubug Marawati. Wisata perkemahan di Dusun Sumberan, Desa Sajen, Kecamatan Pacet, ini tidak hanya menyediakan camping ground bagi para wisatawan.
Selain memanjakan pengunjungnya dengan view Gunung Welirang dan Penanggungan, disediakan fasilitas kamar berupa tenda sebanyak 33 titik di kawasan wisata tersebut. Praktis, pengunjung tinggal datang ke lokasi untuk berekreasi.
’’(Tenda) yang beralaskan deck kayu di sekitaran aliran sungai itu ada 13 dan yang di tanah sekitar 20 titik. Fasilitasnya kita sesuai dengan permintaan pengunjung, banyak juga yang minta tambah kasur, bantal, atau guling, macam-macam,’’ ungkap pengelola Gubug Marawati, Jumain.
Harganya pun bervariatif menyesuaikan fasilitas yang diminta pengunjung. Untuk tenda, dibanderol Rp 150 ribu saat weekdays dan Rp 200 saat akhir pekan. ’’Rata-rata, kalau tambah kasur, bantal, guling, itu Rp 250 ribu. Kalau ditambah snack atau makanan sekitar Rp 350 ribu,’’ bebernya.
Kemudahan yang ditawarkan itu pun menjadi paket lengkap dengan pemandangan pegunungan plus aliran Sungai Kromong tersebut. Tak pelak, setiap pekannya Gubug Marawati dipenuhi ratusan wisatawan. ’’Rata-rata per pekan sekitar 100 pengunjung. Sekarang makin ramai, mungkin karena masyarakat sudah lama nggak rekreasi karena pandemi. Bahkan sampai tanggal 26 November sudah penuh direservasi,’’ sebutnya.
Menurut Jumain, lokasi wisata perkemahan yang dikelolanya relatif aman bagi pengunjung. Walaupun, saat ini wilayah Kabupaten Mojokerto tengah diterpa cuaca ekstrem. Tak lain karena lokasi yang jauh dari tebing curam dan sungai tidak berarus deras.
’’Sempat ada pengunjung yang tanya kalau musim hujan begini aman atau tidak. Selama ini, sungainya tidak pernah banjir dan meluap. Karena lokasi ini dulunya sawah,’’ tandasnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah