JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Secara umum, kondisi telapak tangan yang mendadak dingin merupakan kondisi yang tergolong normal jika dikaitkan dengan situasi tertentu.
Seperti sedang menghadapi ujian, berbicara di depan umum, berinteraksi dengan banyak orang atau sedang mengalami masalah dalam keluarga, pekerjaan, dll.
Tak sedikit orang yang mengalami tangan yang mendadak terasa dingin saat panik atau gugup, meskipun suhu udara di sekitarnya tidak dingin.
Sebenarnya hal ini merupakan reaksi alami tubuh terhadap stress, yang dikenal dengan istilah “fight or flight.”
Baca Juga: Kamu Tim Mandi Air Hangat atau Dingin? Cek Manfaat Keduanya yang Jarang Diketahui!
Ketika mengalami kepanikan, tubuh secara otomatis mengaktifkan respons ini sebagai mekanisme perlindungan diri.
Dalam proses tersebut, pembuluh darah di permukaan kulit, terutama di tangan dan kaki, mengalami penyempitan. Hal tersebut disebabkan tubuh yang mengalihkan aliran darah ke organ-organ vital dan otot besar yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.
Sementara itu aliran darah yang dianggap kurang penting saat itu, seperti tangan, menerima lebih sedikit darah, sehingga tangan terasa dingin dan kadang berkeringat.
Selain itu, ketika dalam kondisi panik, kita seringkali bernapas dengan lebih cepat atau mengalami hiperventilasi.
Hal ini menyebabkan kadar dioksida dalam darah menurun, yang kemudian menyebabkan memicu kedatangan otot menjadi tegang dan menimbulkan rasa dingin pada tangan.
Baca Juga: Mengapa Akhir-Akhir Ini Suhu Udara Terasa Lebih Dingin? Begini Penjelasan BMKG
Walaupun kondisi ini termasuk normal, tangan yang sering terasa dingin karena kecemasan bisa menjadi indikasi adanya gangguan psikologis, seperti gangguan kecemasan (anxiety disorder)
Terlebih lagi jika disertai dengan gejala lain, seperti jantung berdetak dengan cepat, disertai keringat dingin dan sesak napas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga profesional.
Kejadian seperti ini mengingatkan kita bahwa tubuh dan pikiran saling keterkaitan erat. Reaksi fisik seperti tangan yang terasa dingin sebenarnya merupakan tanda dari tubuh bahwa ada sesuatu hal yang perlu diawasi dan diredakan, baik berasal dari kondisi eksternal maupun dari dalam diri kita sendiri.
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Saat menghadapi situasi yang menimbulkan kecemasan, lakukan teknik pernapasan dengan menarik napas selama 4 detik dan menghembuskannya perlahan selama 6 detik.
- Luangkan waktu untuk kegiatan yang dapat menenangkan pikiran, seperti meditasi, yoga, atau menulis jurnal.
- Siapkan diri sebaik mungkin sebelum menghadapi ujian atau berbicara di depan umum, dan tanamkan keyakinan bahwa Anda telah berusaha semaksimal mungkin.
- Terapkan pola hidup sehat secara menyeluruh.
Hal utama yang perlu disadari adalah tubuh kita tidak melawan kita, melainkan berusaha melindungi diri kita.
Baca Juga: Ini Tips Minum Air Dingin di Kala Suhu Kemarau Terasa Menyengat
Namun, kita juga bisa berperan dalam membantu tubuh menjadi lebih tenang. Rasa panik bukanlah musuh, melainkan tanda bahwa tubuh sedang membutuhkan perhatian.
Maka, dengarkan, pahami dan berikan dukungan agar tubuh kembali merasa tenang dan kembali stabil. Wulandari
Editor : Imron Arlado