Jawa Pos Radar Mojokerto - Orang tua yang memberi batasan kepada anaknya merupakan hal yang wajar. Namun, terdapat beberapa orang tua yang memberikan peraturan dan batasan yang ketat kepada anaknya. Orang tua yang memiliki sikap seperti itu dinamakan strict parents.
Lalu, apa itu strict parents? berikut penjelasan, dampak dan penyebabnya!
Apa Itu Strict Parents?
Strict Parents adalah pola asuh orang tua terhadap anaknya dengan memberikan segala jenis peraturan dan ketetapan secara ketat dan tegas. Sifat ketat dan tegas tersebutlah yang membuat sikap anak saat dewasa terhalangi, mulai dari aktivitas, perilaku, rutinitas, hingga pilihannya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, definisi tegas merupakan sifat yang tetap dan tidak dapat diubah. Tetapi, definisi tegas dalam pola asuh masih samar-samar dan bersifat subjektif.
Sedangkan untuk definisi ketat dalam pola asuh memiliki arti tidak bisa dinegosiasi dan tidak dapat dipahami sebagai otoriter. Meskipun definisi strict parents belum jelas, tetapi ciri-ciri strict parents adalah peraturan yang tidak dapat ditawar oleh sang anak. Peraturan tersebut mencakup banyak hal, mulai dari aktivitas, perilaku, kebiasaan, dan lain sebagainya.
Karena peraturan dari orang tua yang membatasi aktivitas dan perilaku sang anak, membuat sang anak memiliki teman dan aktivitas yang terbatas.
Ketika sang anak melanggar atau melewati batas dari peraturan atau ketetapan tersebut, sang anak akan diberi hukuman. Hukuman yang diberikan oleh orang tua juga bermacam-macam, mulai dari ringan hingga berat. Serta hukuman yang paling berat adalah hukuman fisik.
Lantas, apa ciri-ciri orang tua yang memiliki pola asuh secara strict parents? berikut penjelasannya!
Ciri-Ciri Orang Tua dengan Pola Asuh Strict Parents
1. Mengontrol Anak Berlebihan
Bagi orang tua, mengatur anak merupakan hal wajar. Tetapi, jika anak tersebut sudah tumbuh dewasa dan masih dikontrol akan membuat anak tersebut tidak bisa membuat pilihan.
Sehingga, orang tua yang terus-menerus mengontrol anaknya secara berlebihan merupakan orang tua dengan pola asuh strict parents.
2. Selalu Memiliki Harapan yang Tinggi Kepada Anaknya
Para orang tua yang memiliki pola asuh secara strict parents akan lebih sering berharap tinggi kepada anaknya pada prestasi akademik maupun non akademik.
Orang tua dengan pola asuh strict parents akan menuntut anak-anaknya untuk selalu berusaha keras kepada bakat-bakat dan potensi yang belum pernah dicoba.
3. Bersikap Dingin dan Tidak Responsif
Pola asuh strict parents akan memiliki sikap yang acuh kepada anaknya. Mereka tidak menunjukkan empati kepada perasaan dan kebutuhan sang anak. Ketika sang anak sedih dan kecewa, orang tua dengan pola asuh strict parents tidak dapat memahami kondisi tersebut.
Lantas, apa dampak yang berpengaruh bagi anak ketika tumbuh dewasa? berikut penjelasannya!
Dampak Pola Asuh Strict Parents Bagi Anak
1. Kesulitan dalam Pengambilan Keputusan
Karena dari kecil selalu diatur oleh orang tuanya, ketika dewasa sang anak akan kesulitan mengambil keputusan, bahkan hal sederhana sekalipun. Anak tidak diberi kesempatan dalam memikirkan suatu hal, sehingga berdampak pada pola psikisnya.
2. Selalu Merasa Tidak Puas
Karena pola asuh yang ketat dan tegas akan berdampak pada rasa puas bagi sang anak. Anak akan menjadi mudah stres dan tertekan, sehingga tidak bisa menikmati kehidupannya sehari-hari.
Menurut hasil survei, anak-anak yang menjalani pola asuh secara strict parents atau ketat akan kurang bahagia dan hidup penuh dengan tekanan karena penuh peraturan yang ditetapkan oleh ayah dan ibunya.
3. Tidak Dapat Mengekspresikan Diri
Sedihnya, anak-anak yang mendapatkan pola asuh strict parents akan kesulitan untuk mengekspresikan diri mereka. Mereka tidak tahu mereka sedang sedih, galau, bahagia, dan kecewa karena peraturan ketat yang ditetapkan oleh orang tuanya.
4. Cemas dan Depresi yang Berlebihan
Pola asuh strict parents akan menyebabkan sang anak mudah cemas dan depresi. Ketika mereka melakukan kesalah sedikit saja, mereka akan mudah was-was dan cemas karena hukuman yang akan menanti mereka saat di rumah. RENO
Editor : Imron Arlado