Jawa Pos Radar Mojokerto - Terkadang beberapa orang pernah merasa bersalah karena ucapan orang terdekat.
Mereka yang melakukan hal itu biasanya memakai teknik manipulasi yang membuat orang lain merasa bersalah. Teknik manipulasi tersebut adalah guilt tripping. Lalu, apa itu guilt tripping? berikut penjelasan lengkapnya!
Apa Itu Guilt Tripping?
Guilt tripping adalah perilaku teknik manipulasi yang dilakukan seseorang untuk membuat orang lain merasa bersalah tentang apa yang mereka lakukan atau mereka pilih.
Guilt tripping diambil dari kata guilt trip yang berarti rasa bersalah yang sering muncul dalam suatu hubungan, baik percintaan, keluarga, hingga pertemanan. Guilt tripping merupakan pelecehan secara psikologis dalam bentuk manipulasi yang dilakukan secara perlahan-lahan.
Tindakan guilt tripping dilakukan untuk membuat seseorang merasa bersalah pada salah satu pihak. Biasanya, mereka yang melakukan guilt tripping akan mengungkit-ungkit masalah yang telah berlalu untuk membuat orang lain merasa bersalah.
Mereka juga akan mengungkit kebaikan yang telah mereka lakukan demi korban agar merasa berhutang budi dan dan tidak berterima kasih. Mereka yang melakukan guilt tripping biasanya secara secara sadar atau tidak sadar melakukan tindakan guilt tripping bahkan secara terang-dengan maksud tersendiri.
Ciri-Ciri Pelaku Guilt Tripping
Pelaku guilt tripping dapat dengan mudah dikenali. Berikut adalah beberapa ciri-ciri pelaku guilt tripping:
- Selalu menyebutkan hal baik yang pernah dilakukan kepada korban
- Selalu mengingatkan kesalahan masa lalu yang pernah dilakukan korban
- Menunjukkan sikap pasif-agresif, seperti memendam emosi untuk menghindari konflik
- Mengungkapkan ketidaksetujuan menggunakan bahasa tubuh, seperti diam dan menghindari kontak mata
- Tidak menghargai perkembangan dalam diri korban dengan melontarkan komentar pedas
- Selalu mengingatkan korban bahwa masih “berhutang” kepada pelaku
Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Penggelapan, Eks Kacab Dwijaya Isuzu Mojokerto Dipecat
Dampak Guilt Tripping
Guilt tripping sangat berbahaya bagi kesehatan mental maupun psikis kita. Berikut adalah beberapa dampak guilt tripping dalam sebuah hubungan:
1. Menyebabkan Gangguan Mental
Guilt tripping dapat membuat korban terkena gangguan mental, seperti depresi, gangguan kecemasan berlebihan, atau OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Rasa bersalah yang dialami oleh korban guilt tripping dapat membuat korban merasa kurang percaya diri, malu, dan tidak berdaya.
Korban akan merasakan tekanan sosial dan suatu hubungan. Selain itu, korban juga akan merasa tidak pantas oleh siapapun dan tidak pantat mendapatkan suatu kebahagiaan dan cinta.
2. Menimbulkan Rasa Benci
Dampak yang akan diterima oleh korban guilt tripping adalah rasa benci yang memuncak. Korban akan merasa tertipu dan terintimidasi oleh pelaku sehingga membuat rasa benci yang muncul karena merasa telah dirugikan.
3. Rasa Curiga yang Berlebihan
Korban yang merasakan guilt tripping akan merasa sulit untuk percaya kepada orang lain, bahkan orang terdekatnya sekalipun. Korban merasa orang-orang disekitarnya akan memanfaatkan mereka untuk kepentingan pribadi. Rasa curiga ini bisa disebut trust issue. RENO
Editor : Imron Arlado