Jawa Pos Radar Mojokerto - Setelah putus dengan mantan, yang kita inginkan adalah hidup tenang dengan melanjutkan hidup tanpa jeratan mantan.
Tetapi, bagaimana jika mantan kalian terus-menerus mengganggu hidup kita?. Bisa saja mantan kalian sedang menerapkan perilaku hoovering.
Lalu, apa itu hoovering? berikut penjelasannya!
Penjelasan Tentang Hoovering
Baca Juga: Bupati Mojokerto Albarraa Raih The Best Regional Champion 2025
Hoovering adalah sebuah perilaku yang di mana akan memanipulasi korban, seperti teman dan mantan agar dapat kembali ke dalam kehidupan mereka.
Mereka yang menggunakan teknik hoovering ini akan membuat korban kehabisan energi.
Hoovering dapat dikategorikan sebagai perilaku kekerasan emosional atau batin. Mereka yang menerapkan hoovering akan menargetkan orang-orang yang memiliki kecenderungan kepribadian narsistik (Narcissistic Personality Disorder / NPD).
Maka berhati-hatilah jika kalian seorang NPD dan telah putus dengan mantan kalian, bisa saja ia berniat membawamu kembali ke dalam sebuah hubungan yang merugikan.
Mereka melakukan teknik hoovering hanya untuk ingin menarik perhatian kalian, bukan ingin mengetahui jawaban anda.
Jadi, meskipun mendapatkan pesan yang membuat nostalgia, kalian juga harus tetap waspada dan skeptis pada kondisi tersebut.
Baca Juga: Inovator Digital Religius bagi Generasi Muda
Tidak hanya pesan nostalgia, tetapi beberapa hal digunakan untuk mengelabui agar teringat masa-masa berpacaran seperti film dan lagu kesukaan, hadiah yang pernah diberikan, hingga mengaku pernah bermimpi tentang dirimu.
Tidak hanya itu, mereka yang menerapkan taktik hoovering akan menunjukkan aksi penyesalan, seperti tiba-tiba mengirim pesan minta maaf, memberi kalimat-kalimat pujian yang berlebihan, serta meyakinkan korban bahwa perasaannya masih besar seperti dahulu.
Berikut adalah beberapa taktik pelaku hoovering yang perlu diwaspadai!
1. Love Bombing
Baca Juga: Armada Rusak hingga Menunggak Pajak, Nasib Pahit Pemadam Kebakaran Kota Mojokerto
Love bombing adalah perilaku yang sebelumnya jahat tiba-tiba menjadi pribadi yang baik dan penuh cinta. Seperti yang ditunjukkan di atas, tiba-tiba mengirim pesan maaf dan memberikan kalimat pujian adalah contoh dari perilaku love bombing.
2. Self Esteem
Self esteem adalah perilaku intimidasi dari pelaku yang berbentuk verbal. Pelaku akan melukai harga diri korban agar dapat menjalin hubungan kembali. Pelaku akan selalu mengucapkan hal-hal aneh jika mereka tidak bersama kembali, seperti jatuh miskin atau kekurangan finansial.
Baca Juga: Anggaran Ada, tapi Aspal Jembatan Gajah Mada Kota Mojokerto Mengelupas dan Bergoyang
3. Gaslighting
Gaslighting adalah sebuah perilaku manipulasi secara halus yang membuat korban menyalahkan diri sendiri atau membuat korban menjadi pelaku. Setelah merusak harga diri korban, mereka akan menggunakan taktik gaslighting untuk mengendalikan emosional korban agar dapat kembali menjadi pasangan.
4. Kekerasan
Jika cara-cara diatas tidak berhasil, taktik terakhir mereka akan menggunakan kekerasan atau hal-hal yang membuat korban terancam. Pelaku akan membuat kampanye kotor, seperti menguntit korban, merusak barang-barang korban, hingga membuat celaka korban atau orang yang disayangi oleh korban.
Baca Juga: Lestarikan Sedekah Bumi, Wujud Syukur Hasil Panen Melimpah
Lalu, bagaimana cara menangani atau menanggapi seseorang yang menerapkan perilaku hoovering? berikut caranya!
Cara Menangani Hoovering
1. Lost Contact atau Memutus Kontak
Jika perilaku pelaku hoovering sudah membuat kalian risih, langkah pertama yang harus kalian ambil adalah memutus komunikasi atau kontak dengan sang pelaku agar tidak terjadi hal-hal yang lebih membahayakan. Blokir semua media sosial dan nomor telepon pelaku, kalau pelaku memiliki kunci rumah, segera ganti.
Baca Juga: Modifikasi Tangki Mobil, Juragan Pom Mini di Ngoro Mojokerto Dicokok
2. Menanggapi Secara Netral
Pernyataan dan tuduhan yang berlebihan dari pelaku hoovering akan menganggap korban bereaksi akan hal tersebut. Namun, jika pelaku mengirimkan pesan yang berlebihan seperti pesan kasih sayang, meminta maaf, atau hinaan secara emosional, lebih baik kalian tetap tidak merespon atau menanggapi hal tersebut.
Baca Juga: 18 CJH Kabupaten Mojokerto Berangkat Kancrit
3. Memperingati Orang Terdekat
Jika sudah menyadari pelaku telah menerapkan hoovering, sebaiknya beri peringatan kepada orang-orang terdekat atau orang yang kalian sayangi untuk tidak melakukan kontak atau komunikasi dengan pelaku. Karena, pelaku hoovering dapat memanipulasi teman-teman korban agar dapat kembali menjalin hubungan.
Baca Juga: Datang Terlambat, Pelamar PPPK di Kota Mojokerto akan Dinyatakan Gugur
Itulah pengertian dan cara menangani mantan yang memiliki perilaku hoovering. Bagaimana menurutmu? RENO
Editor : Imron Arlado