SLHS SPPG Jabon Dicabut, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Siapkan Inspeksi Ulang

Indah Oceananda • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:59 WIB
DITUTUP: SPPG Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto untuk sementara waktu berhenti beroperasi imbas dari dugaan keracunan menu MBG yang dialami puluhan siswa SMPN 1 Mojoanyar. (Indah/JPRM)
DITUTUP: SPPG Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto untuk sementara waktu berhenti beroperasi imbas dari dugaan keracunan menu MBG yang dialami puluhan siswa SMPN 1 Mojoanyar. (Indah/JPRM)

KABUPATEN – Sembari menunggu hasil uji laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menyiapkan langkah inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) ulang terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Ini setelah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) itu dicabut dan dijatuhi sanksi suspend akibat puluhan siswa SMPN 1 Mojoanyar diduga mengalami keracunan menu sate ayam yang didistribusikan.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati mengatakan, pencabutan SLHS bagi SPPG Jabon, Kecamatan Mojoanyar merupakan tindak lanjut dari penghentian sementara operasional oleh Badan Gizi Nasional (BGN). ”Kalau di-suspend, maka secara otomatis SLHS-nya dihentikan atau dicabut,” katanya, kemarin (12/10).

Namun, Dyan mengaku sejauh ini pihaknya belum dapat memastikan penyebab puluhan pelajar mengalami gejala mual, pusing, muntah, hingga diare. Sebab, dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan para siswa korban diduga keracunan menu MBG. ”Sampel yang dikirim berupa makanan dari SPPG dan muntahan-muntahan siswa,” imbuhnya.

Memang, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk menelusuri penyebab kejadian. Jika tidak ditemukan bakteri, penyelidikan akan diarahkan pada kemungkinan penyebab lain, termasuk penerapan standar operasional prosedur (SOP). ”Kalau dari hasil uji lab semua aman, nah itu kan harus kita cari lagi apa ya penyebabnya, mungkin dari SOP-nya atau dari anak-anak itu kenapa bisa ada gejala seperti itu,” bebernya.

Baca Juga: Buntut Keracunan Massal MBG, Pemkab Mojokerto Setop Operasional SPPG Jabon Selama 20 Hari

Akan tetapi, lanjut Dyan, apa pun hasil laboratorium nanti, tahapan IKL ulang tetap akan dilakukan dinkes. Hal ini terdapat indikasi pengolahan masakan menu yang tidak sesuai SOP yang ditetapkan BGN. ”Apa pun hasil uji lab, akan ada IKL ulang tetapi tidak dari nol. Nanti ada surat dari BGN bagaimana petunjuknya,” tandas Dyan.

Sedianya, hasil uji laboratorium dan penyelidikan epidemiologi selanjutnya akan diserahkan kepada BGN. Sementara keputusan mengenai kelanjutan penghentian operasional atau pembukaan kembali SPPG Jabon menjadi kewenangan lembaga tersebut.

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan ini sempat menggegerkan lingkungan SMPN 1 Mojoanyar. Tercatat sebanyak 42 siswa mengeluhkan mual, pusing, dan diare usai mengonsumsi menu sate ayam MBG. Dari jumlah itu, 27 siswa mendapatkan penanganan langsung di sekolah. Sedangkan 15 siswa lainnya harus dirujuk ke Puskesmas Gayaman untuk perawatan lebih lanjut. 

Sebagai langkah antisipasi, distribusi MBG dari SPPG Jabon, Kecamatan Mojoanyar ke SMPN 1 Mojoanyar untuk sementara dihentikan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. (oce/ris)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
SPPG disuspend SPPG Jabon siswa keracunan MBG dugaan keracunan mbg