Hingga September 2026 Tembus 3.886 Kasus
KABUPATEN - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Mojokerto terus merangkak naik. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto mencatat lonjakan hingga lebih dari 400 kasus hanya dalam sepekan, tepatnya pada minggu ke-37 (September) 2026. Total kasus ISPA sudah menembus 3.885 kasus.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan kasus influenza yang justru menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data penyakit serupa influenza dan grafik ISPA dari Dinkes Kabupaten Mojokerto, kasus influenza pada minggu ke-37 tercatat 500 kasus. Angka ini jauh menurun dibanding puncak kasus yang sempat menembus di atas 900 kasus pada minggu ke-2 tahun 2026.
’’Untuk kasus ISPA pada minggu ke-37, terjadi kenaikan hingga lebih dari 400 kasus,’’ kata Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati, Rabu (23/9).
Di tengah kenaikan ISPA tersebut, dinkes juga menyiagakan 27 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk mengantisipasi merebaknya superflu atau influenza A (H3N2) subclade K di Jawa Timur. Namun, hingga saat ini belum ada laporan resmi temuan kasus superflu di wilayah Kabupaten Mojokerto. ’’Dari data SKDR (surveilans) di bidang P2P dinkes tidak menyebut penyakit superflu dan tidak ada pelaporan peningkatan kasus,’’ jelas Dyan.
Dyan menambahkan, laporan yang dihimpun dari tenaga kesehatan (nakes) di seluruh fasyankes termasuk RSUD Prof dr Soekandar Mojosari tidak menyebutkan secara spesifik kasus superflu. Pihaknya masih terus melakukan pengawasan ketat. ’’Kalau influenza dan ISPA memang terdapat peningkatan kasus,’’ tandasnya.
Dinkes juga telah mewanti-wanti seluruh fasyankes untuk segera melapor jika menemukan indikasi kasus influenza tipe A. ’’Kami sudah mengimbau ke fasyankes, jika ada peningkatan influenza tipe A agar segera melaporkan ke Dinkes,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto