Gejalanya Mirip, Ini Cara Membedakan Pilek Biasa dan Influenza yang Perlu Diwaspadai

Imron Arlado • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 14:09 WIB
Kenali perbedaan common cold (pilek biasa) dan influenza yang harus diwaspadai. (Foto: Towfiqu Barbhuiya/Unsplash)
Kenali perbedaan common cold (pilek biasa) dan influenza yang harus diwaspadai. (Foto: Towfiqu Barbhuiya/Unsplash)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Ketidakpastian cuaca membuat berbagai macam penyakit dengan mudah menyerang tubuh. Musim seperti ini cenderung menyerang sistem pernapasan dan imun sehingga menimbulkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga demam. Semua keluhan tersebut biasanya disebut sebagai flu.

Perlu disadari bahwa common cold (pilek biasa) dan influenza disebabkan oleh virus yang berbeda dengan gejala yang berbeda pula. Namun, keduanya sama-sama menyebabkan pilek, batuk, dan sakit tenggorokan sehingga banyak orang sulit membedakan jika dilihat hanya dari gejalanya saja.

Baca Juga: Satu Korban Selamat KM Virgo Transport 8 Asal Mojokerto Dipulangkan

Berikut perbedaan antara common cold dan influenza (flu):

Common cold (pilek biasa)

Biasanya, gejala common cold cenderung muncul perlahan dan bertahap. Demam yang dirasakan lebih jarang, nyeri tubuh ringan, bersin dan hidung tersumbat lebih dominan, namun gejala sakit kepala lebih jarang ditemukan.

Common cold cenderung lebih ringan dan bisa sembuh sendiri asalkan beristirahat dengan cukup dan menjalani gaya hidup yang sehat.

Common cold atau pilek biasa umumnya disebabkan oleh rhinovirus atau kondisi kesehatan lain. Beberapa penyebabnya antara lain udara yang dingin dan kering, alergi, rinitis non-alergi, sinusitis akut, perubahan hormon tubuh, dan konsumsi obat-obatan tertentu.

Influenza (flu)

Influenza disebabkan oleh virus influenza A, B, dan C yang umumnya menyerang sistem pernapasan mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.

Gejala pada influenza sering muncul secara tiba-tiba/mendadak serta lebih berat disertai demam tinggi (di atas 38 derajat). Nyeri sekujur tubuh terasa lebih berat, badan menggigil, serta kelelahan. 

Gejala lain yang muncul, seperti batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan hidung tersumbat, lebih umum ditemukan. Namun, tidak semua orang yang mengalami influenza akan mengalami demam. Influenza berisiko memicu komplikasi lain yang lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.

Pada orang dewasa, gejala perlu lebih diwaspadai ketika seseorang mulai mengalami sesak/sulit bernapas, nyeri atau tekanan pada dada/perut, pusing berat, kejang, nyeri otot berlebihan, tubuh lemah, dan demam serta batuk yang membaik lalu memburuk.

 

Sedangkan pada anak-anak, perlu diwaspadai ketika napas mulai cepat hingga sulit bernapas, bibir/wajah kebiruan, dada tertarik, nyeri dada, dehidrasi, kejang, muntah, hingga batuk tidak terkendali dan demam tinggi.

Biasanya, gejala tersebut akan memiliki risiko yang lebih tinggi pada kelompok rentan, seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan riwayat penyakit tertentu. Gejala yang sama tidak selalu memiliki tingkat risiko yang sama pada setiap orang.

Baca Juga: 75 Kali Donor Darah, 23 Warga di Kota Mojokerto Bakal Terima Penghargaan

Keduanya memiliki gejala yang mirip, namun sebenarnya berbeda. Munculnya gejala tidak selalu bisa memastikan penyebabnya, sehingga penting untuk mengenali perubahan kondisi dan tanda bahaya dari gejala yang dirasakan agar tidak terlambat untuk menerima pertolongan  medis. NAVA

Editor : Imron Arlado
influenza common cold virus demam pilek