Masyarakat Diminta Waspadai Merebaknya Superflu

Indah Oceananda • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 09:42 WIB
Rhinitis sangat umum dialami oleh banyak orang dan kerap kali dianggap sepele karena gejalanya yang mirip dengan flu biasa atau pilek. Sumber foto: Google
Rhinitis sangat umum dialami oleh banyak orang dan kerap kali dianggap sepele karena gejalanya yang mirip dengan flu biasa atau pilek. Sumber foto: Google

Dinkes Kabupaten Siagakan Fasilitas Layanan Kesehatan 

KABUPATEN - Seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Mojokerto kini diminta siaga superflu. Meski data sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR) masih nihil kasus, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menginstruksikan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) wajib lapor cepat jika ada tren kenaikan influenza tipe A ini. 

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati mengatakan, kewaspadaan ini dilakukan di tengah merebaknya superflu atau influenza A (H3N2) subclade K di delapan provinsi di Indonesia, dengan 62 kasus terdeteksi secara nasional. 

”Sampai saat ini belum ada SE dari Dinkes Provinsi Jatim maupun Kemenkes (Kementerian Kesehatan). Dari data SKDR (surveilans) di bidang P2P (pencegahan dan pengendalian penyakit) tidak menyebut penyakit superflu dan tidak ada pelaporan peningkatan kasus,” ujar Dyan, Senin (21/9). 

Kendati demikian, ia menegaskan, imbauan siaga sudah disampaikan ke 27 puskesmas, rumah sakit pemerintah dan swasta, serta klinik di wilayah Kabupaten Mojokerto. ”Kita sudah mengimbau ke fasyankes, jika ada peningkatan influenza tipe A agar segera melaporkan ke dinkes. Deteksi dini harus tetap berjalan,” tegasnya.

Superflu sendiri merupakan mutasi terbaru dari virus influenza A H3N2 yang telah bersirkulasi puluhan tahun. Varian subclade K ini dikenal memiliki penularan lebih cepat dengan gejala demam tinggi hingga 39-41 derajat Celsius, nyeri otot, lemas ekstrem, dan batuk kering. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita komorbid diminta lebih waspada. 

Dyan meminta masyarakat tetap tenang namun tidak abai. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), etika batuk, penggunaan masker saat sakit, serta menjaga daya tahan tubuh menjadi kunci pencegahan. ”Jika flu tidak membaik lebih dari tiga hari atau disertai sesak napas, warga diminta segera berobat ke fasyankes terdekat,” pungkasnya. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
puskesmas mojokerto rumah sakit mojokerto dinkes kabupaten mojokerto superflu