MOJOKERTO – Masalah kesehatan merupakan kondisi yang tidak dapat diprediksi kapan akan datang. Situasi tersebut dapat terasa semakin berat apabila seseorang tidak memiliki persiapan yang memadai. Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi masyarakat agar tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan tanpa harus khawatir terhadap besarnya biaya yang harus dikeluarkan.
Hal tersebut dirasakan langsung oleh Rahayu (23), peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Saat ditemui pada Kamis (10/09), Rahayu menceritakan pengalaman ketika sang anak yang harus menjalani dua kali rawat inap dalam satu bulan dengan diagnosis yang berbeda. Pada rawat inap pertama, didiagnosis mengalami infeksi tenggorokan. Belum lama setelah diperbolehkan pulang, kondisi kesehatan anaknya kembali menurun. Kali ini, ia mengalami demam yang disertai diare sehingga harus kembali mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Ketika dinyatakan harus rawat inap kedua kalinya, saya sempat khawatir apakah rumah sakit masih dapat menerima pasien JKN atau tidak. Kalau tidak, bagaimana dengan biaya yang harus ditanggung,” ujar Rahayu.
Kekhawatiran tersebut akhirnya terjawab setelah Rahayu mengetahui bahwa pelayanan kesehatan anaknya tetap dapat dijamin melalui Program JKN. Meskipun harus menjalani rawat inap sebanyak dua kali dalam waktu yang berdekatan, Rahayu tidak perlu menanggung biaya pengobatan tersebut secara mandiri. Ia pun merasa terbantu karena anaknya dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan pengobatan sesuai dengan kebutuhan medisnya.
“Setelah dinyatakan sembuh pun, saya dapat melakukan kontrol kesehatan anak melalui surat rujukan dari faskes pertama setiap tiga bulan sekali,” jelasnya.
Menurut Rahayu, kondisi anak yang masih kecil membutuhkan perhatian dan pemantauan kesehatan secara rutin. Mulai dari mendapatkan imunisasi, pemeriksaan ketika sakit, hingga berkonsultasi dengan tenaga medis menjadi hal yang penting untuk memastikan tumbuh kembang anak tetap terpantau. Dengan adanya Program JKN, ia merasa lebih tenang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh anaknya.
“Anak yang masih kecil itu rentan sakit, jadi memang perlu dipantau kesehatannya. Dengan adanya JKN, saya sangat terbantu karena ketika anak membutuhkan pengobatan, saya tidak terlalu khawatir memikirkan biaya maupun prosedurnya,” ungkap Rahayu.
Pengalaman tersebut membuat Rahayu semakin memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Ia berharap masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN maupun yang belum memahami manfaatnya dapat mencari informasi lebih lanjut dan memastikan kepesertaannya agar dapat memperoleh perlindungan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Semoga Program JKN ini terus berlanjut ke depannya dan BPJS Kesehatan juga dapat lebih memasifkan edukasi mengenai manfaat serta penggunaan JKN itu sendiri dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat akan pentingnya kesehatan,” tutup Rahayu. (*)
Editor : Fendy HermansyahSumber : bpjs kesehatan cabang mojokerto