Tekankan SPPG agar Selalu Menjaga Mutu Pangan
KABUPATEN - Waktu distribusi menjadi fokus utama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dinkes menilai ketepatan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) penting untuk menjaga mutu dan keamanan pangan hingga ke penerima manfaat.
Kemarin (9/9), monev tersebut menyasar tiga SPPG yang berada di wilayah Kecamatan Trowulan dan Jatirejo. Selain distribusi, tim juga meninjau berbagai aspek tata kelola SPPG, mulai dari pengelolaan sampah, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati mengatakan, monev bertujuan mengukur kinerja SPPG sekaligus memastikan manfaat program MBG benar-benar dirasakan masyarakat.
”Tujuan monitoring dan evaluasi ini adalah untuk melihat sejauh mana kinerja SPPG. Karena itu yang kami nilai adalah SPPG-nya melalui asesmen yang melibatkan seluruh unsur satgas secara teknis. Selain itu, kami juga melihat bagaimana respons masyarakat penerima manfaat, baik dari lembaga sekolah maupun kelompok penerima lainnya,” kata Dyan.
Menurutnya, hasil asesmen akan menjadi bahan evaluasi capaian kinerja masing-masing SPPG. Salah satu aspek yang disorot adalah alur distribusi dari pengolahan hingga makanan sampai ke sasaran.
”Kami akan gunakan kegiatan rutin, untuk melakukan monitoring evaluasi, kami berikan feedback dari Dinkes, yang utamanya mulai dari penatalaksanaan MBG. Mulai dari pengolahan makan, kemudian penyimpanan sampai nanti distribusi ke sasaran,” ujarnya.
Ia menegaskan, konsistensi penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap proses penyediaan MBG sangat penting. Jika ditemukan kekurangan dalam tata kelola, SPPG diminta segera menindaklanjuti rekomendasi Satgas Kabupaten Mojokerto.
”Ketika ditemukan beberapa kekurangan atau hal-hal yang harus diperbaiki dalam tata kelola, maka SPPG harus segera melakukan percepatan untuk melengkapi dan menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan Satgas Kabupaten Mojokerto. Langkah ini penting agar kualitas pelayanan terus meningkat,” jelasnya.
Dyan menambahkan, setiap temuan di lapangan akan disampaikan kepada Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan yayasan pengelola sebagai bahan perbaikan. Dinkes menargetkan tata kelola SPPG di Kabupaten Mojokerto terus membaik.
”Harapan kami, tata kelola SPPG di Kabupaten Mojokerto dari hari ke hari semakin baik hingga mencapai zero masalah. Ini juga menjadi tanggung jawab bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Dyan. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto