Sulastri Rasakan Manfaat JKN saat Dampingi Ibu Jalani Pengobatan

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 17:07 WIB
Sulastri (50) merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merasakan manfaat program tersebut ketika mendampingi sang ibu menjalani pengobatan.
Sulastri (50) merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merasakan manfaat program tersebut ketika mendampingi sang ibu menjalani pengobatan. 

MOJOKERTO – Sulastri, 50, merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merasakan manfaat program tersebut ketika mendampingi sang ibu menjalani pengobatan. Sebagai seorang anak, Sulastri turut menemani sang ibu melewati proses pengobatan setelah mengalami jatuh yang menyebabkan masalah pada tulang belakang hingga harus menjalani operasi pemasangan pen.

“Waktu itu, ibu saya jatuh dan setelah diperiksa ternyata ada masalah pada tulang belakang. Setelah mendapatkan pemeriksaan dan saran dari dokter, ibu dianjurkan untuk menjalani operasi. Melihat jangka panjangnya, kondisi tulang yang tidak baik pastinya mengganggu aktivitas ibu saya” ungkapnya saat ditemui pada Jumat (04/09).

Sulastri menuturkan, keputusan untuk dilakukannya operasi ini bukan satu-satunya pilihan terakhir untuk kesembuhan sang ibu. Pilihan lain yang dapat dilakukan adalah dengan rawat jalan juga dan berkat keberadaan program JKN ini kami sekeluarga berani mengambil resiko untuk kesembuhan jangka panjang bagi ibu tanpa harus memikirkan jumlah biaya yang ditanggung.

“Pastinya terbantu dengan adanya JKN ini yang dapat menunjang kebutuhan mulai dari opname, operasi, hingga kontrol rutin per bulan yang sudah berjalan lebih dari enam bulan ini. Kami sekeluarga juga bisa berfokus untuk proses penyembuhan dan pemulihan ibu” jelasnya.

Tidak hanya untuk pengobatan tulang belakang, ia juga memanfaatkan Program JKN untuk memantau kondisi Kesehatan. Sebelum mengalami permasalahan pada tulang belakang, sang ibu rutin menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memantau riwayat hipertensi.

“Di sela-sela kami melakukan kontrol kesehatan tulang, sesekali juga kami melakukan kontrol hipertensi. Prosedur perubahan jadwal kontrol melalui Mobile JKN juga mudah, jadi kami bisa menyesuaikan dengan kebutuhan yang ingin dikonsultasikan dengan dokter,” tuturnya.

Menurut Sulastri, memiliki jaminan kesehatan merupakan hal yang penting karena tidak ada seorang pun yang dapat memprediksi kondisi kesehatan yang akan dihadapi di kemudian hari. Dengan adanya jaminan kesehatan, keluarga dapat lebih siap apabila sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan dengan biaya yang tidak sedikit.

“Alhamdulillah, kondisi ibu saya makin membaik dan mulai dapat beraktivitas seperti dulu. Setiap bulan, saya juga mengantarkan untuk kontrol ke rumah sakit dan sejauh ini kami juga mendapat pelayanan yang baik,” ujarnya.

Keberadaan Program JKN turut memberikan ketenangan bagi Sulastri dan keluarga dalam mengambil keputusan tersebut. Dengan adanya jaminan pembiayaan melalui JKN, keluarga dapat lebih fokus mendampingi sang ibu menjalani pengobatan tanpa harus khawatir dengan besarnya biaya yang harus dikeluarkan.

“Pastinya terbantu dengan adanya JKN ini yang dapat menunjang kebutuhan mulai dari rawat inap, operasi, hingga kontrol rutin setiap bulan yang sudah berjalan lebih dari enam bulan ini. Kami sekeluarga juga bisa berfokus pada proses penyembuhan dan pemulihan ibu,” tuturnya. (*)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : bpjs kesehatan cabang mojokerto
BPJS Kesehatan jaminan kesehatan nasional pengobatan gratis