Pemkot Mojokerto Tekan 12 Ribu Kasus PTM

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:57 WIB
MONITORING: Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyapa siswa SMP dan SMA Darul Quran, Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, usai meninjau cek kesehatan gratis, Kamis (23/7). (dok JPRM)
MONITORING: Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyapa siswa SMP dan SMA Darul Quran, Lingkungan Bancang, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, usai meninjau cek kesehatan gratis, Kamis (23/7). (dok JPRM)

-         Ning Ita Ajak Warga Jaga Pola Hidup Sehat

-         Serukan Konsumsi Real Food dan Tes Pap Smear

KOTA - Pola hidup sehat dan deteksi dini bisa menjadi upaya mencegah penyakit tidak menular (PTM). Pemkot Mojokerto pun mengajak masyarakat untuk mengurangi konsumsi makanan olahan, mulai berolahraga, hingga tes kondisi kesehatan.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, sumber utama PTM berasal dari pola hidup yang tidak sehat. Menurutnya, kurangnya aktivitas fisik kerap diperparah dengan masifnya konsumsi makanan cepat saji yang minim nutrisi dan tinggi gula buatan.

’’Pilihlah makanan yang real food dan kurangi jajanan olahan,’’ ucap Ning Ita, panggilan wali kota, saat memberikan arahan dalam kegiatan Sinergi Kader Motivasi dalam Evaluasi dan Penguatan Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) Menuju Masyarakat Sehat di kantor Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, beberapa waktu lalu.

Di hadapan kader motivator, tim intervensi berbasis masyarakat (IBM), tenaga kesehatan, dan penyuluh keluarga berencana (KB), seperti dilansir laman pemkot, Ning Ita membeberkan sejumlah kasus PTM yang dicatat Dinas Kesehatan Kota Mojokerto selama 2026.

Hingga semester pertama tahun ini, lanjutnya, terdapat 3.987 penderita diabetes, sekitar 8.500 warga pengidap hipertensi, dan 15 kasus baru kanker serviks. Mengingat jumlah tersebut, wali kota mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Selain menghindari makanan cepat saji, dirinya juga mengimbau warga lebih aktif bergerak minimal setengah jam per hari. ’’Olahraganya disesuaikan dengan usia saja, tidak harus yang berat, yang terpenting konsisten,’’ tuturnya.

Khusus penyakit kanker serviks, Ning Ita mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan pap smear di layanan kesehatan. Prosedur pemeriksaan ini menjadi upaya deteksi dini terhadap kemunculan penyakit mematikan bagi perempuan tersebut. ’’Kanker leher rahim kalau diketahui sejak awal, penanganannya bisa segera dilakukan. Mari ibu-ibu jangan takut melakukan pap smear sebelum terlambat ke stadium lanjut,’’ serunya. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
kasus PTM penyakit tidak menular Pemkot Mojokerto cek kesehatan gratis