BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mojokerto Berikan Penghargaan kepada Puskesmas Berprestasi dalam Transformasi Digital Layanan JKN

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 16:09 WIB
BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mojokerto menggelar kegiatan Awarding Transformasi Digital Semester I Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada puskesmas yang berhasil mengoptimalkan pemanfaatan layanan digital dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh seluruh puskesmas
BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mojokerto menggelar kegiatan Awarding Transformasi Digital Semester I Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada puskesmas yang berhasil mengoptimalkan pemanfaatan layanan digital dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh seluruh puskesmas

MOJOKERTO - BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mojokerto menggelar kegiatan Awarding Transformasi Digital Semester I Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada puskesmas yang berhasil mengoptimalkan pemanfaatan layanan digital dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh seluruh puskesmas di wilayah kerja BPJS Mojokerto-Jombang. 

Dalam kegiatan tersebut, penghargaan kategori Pemanfaatan Mobile JKN diberikan kepada Puskesmas Wates, Puskesmas Gayaman, dan Puskesmas Kesamben. Sementara itu, penghargaan kategori Pemanfaatan Telekonsultasi diberikan kepada Puskesmas Gedongan, Puskesmas Jatirejo, dan Puskesmas Plandaan 

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Mojokerto, Titus Sri Hardianto, menyampaikan bahwa transformasi digital bukan hanya sekadar penerapan teknologi, tetapi merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan transformasi digital memerlukan komitmen bersama antara BPJS Kesehatan dan seluruh fasilitas kesehatan.

"Transformasi digital bukan hanya tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi peserta. Melalui Mobile JKN, peserta dapat mengakses antrean online, memperoleh informasi kepesertaan, hingga memanfaatkan layanan telekonsultasi tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.," ujar Titus.

Titus menjelaskan bahwa transformasi digital merupakan salah satu strategi BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, berbagai inovasi digital yang telah dikembangkan tidak hanya bertujuan mempermudah akses layanan kesehatan, tetapi juga menciptakan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan peserta.

"Melalui Mobile JKN, peserta kini dapat mengakses berbagai layanan secara mandiri, termasuk mengambil antrean online dan memanfaatkan layanan telekonsultasi tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan," ujar Titus.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan Antrean Online Mobile JKN memberikan manfaat bagi peserta maupun fasilitas kesehatan. Peserta dapat memperkirakan waktu kedatangan sesuai nomor antrean sehingga waktu tunggu menjadi lebih singkat, sementara puskesmas dapat mengatur alur pelayanan dengan lebih tertib dan efisien. Selain itu, fitur telekonsultasi juga menjadi inovasi yang mampu memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi peserta yang membutuhkan konsultasi awal tanpa harus datang ke puskesmas.

"Kami terus mendorong seluruh FKTP untuk mengoptimalkan pemanfaatan fitur-fitur digital yang telah disediakan BPJS Kesehatan. Semakin tinggi pemanfaatan Antrean Online dan Telekonsultasi Mobile JKN, maka semakin besar pula manfaat yang dirasakan peserta," kata Titus.

 Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, dr. Achmad Reza, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang terus mendorong percepatan transformasi digital di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kesehatan merupakan langkah yang sangat penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan kesehatan yang mudah diakses, cepat, dan berkualitas. Oleh karena itu, dukungan serta komitmen dari seluruh puskesmas menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi transformasi digital.

" Kehadiran fitur-fitur digital seperti Antrean Online dan Telehealth menjadi solusi yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Transformasi digital ini juga membantu fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan yang lebih efektif dan terukur sehingga mutu layanan kepada masyarakat dapat terus meningkat," ujar dr. Reza.

Menurutnya, penghargaan yang diberikan kepada puskesmas berprestasi merupakan bentuk motivasi agar seluruh puskesmas terus meningkatkan pemanfaatan layanan digital sekaligus mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan berbagai kemudahan yang telah tersedia. Selain itu, peningkatan literasi digital masyarakat juga menjadi salah satu kunci agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara optimal.

"Kami berharap puskesmas yang menerima penghargaan hari ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi puskesmas lainnya. Kami juga mengajak masyarakat, khususnya peserta JKN, untuk semakin aktif menggunakan aplikasi Mobile JKN dan memanfaatkan fitur Telehealth yang telah tersedia," tuturnya.  (*) 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : bpjs kesehatan cabang mojokerto
bpjs kesehatan di sekolah awarding transformasi digital puskesmas mojokerto