Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bidan Praktik Mandiri Dipelototi Dinkes Kabupaten Mojokerto, Ada Apa Gerangan?

Khudori Aliandu • Senin, 27 April 2026 | 07:39 WIB

 

Ilustrasi bidan. (dok JawaPos.com)
Ilustrasi bidan. (dok JawaPos.com)

 

KABUPATENKeberadaan pidan praktik mandiri di Kabupaten Mojokerto kini menjadi atensi dinas kesehatan. Itu setelah sebelumnya organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menemukan dugaan tindakan malpraktik oknum bidan di Kecamatan Kutorejo yang mengakibatkan abses pada sejumlah pasien.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto menyebut, atensi atas praktik mandiri bidan ini setelah sebelumnya dinas terkait menemukan abses pada bekas pemasangan KB yang dilakukan oknum bidan di salah satu wilayah Kecamatan Kutorejo. ’’Sebenarnya abses itu ada beberapa penyebabnya. Yang janggal itu kalau terjadi abses pada beberapa pasien, bahkan diduga sampai tujuh pasien,’’ ungkap sumber yang enggan disebut namanya.

Banyaknya pasien yang bermasalah atas tindakan oknum bidan itu menjadikan peristiwa tersebut di luar normal. ’’Jadi kok aneh, apa memang tidak kompeten bidannya,’’ tegasnya bertanya-tanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggraini Sulistyowati membenarkan peritiwa tersebut. Beruntungnya kejadian tersebut langsung dapat penangan serius dinas. ’’Terungkapnya persoalan ini sebenarnya tidak sengaja. Awalnya pasien datang ke puskesmas meminta surat rujukan,’’ ungkapnya.

Sebagaimana SOP, sebelum akhirnya mengeluarkan surat rujukan, pasien diperiksa oleh dokter. Sontak, di tengah pemeriksaan itu lah dokter dibuat terkejut akibat luka yang diderita korban. Meski awalnya tak jujur, pasien akhirnya menceritakan kronologinya. ’’Awalnya memang kita tidak tahu karena memang korban sendiri tidak melapor. Darimana kita tahu kalau tidak melapor,’’ tegasnya.

Tak urung peristiwa itu membuat dinkes gerak cepat. Setelah dilakukan penelusuran, di lapangan ditemukan sejumlah korban akibat tindakan medis bidan tersebut yang diduga tidak menjalankan SOP dengan baik. ’’Dan korbannya itu tidak satu. Tetapi akhirnya, meski tidak ada laporan, karena saya tahu akhirnya kita tindak dan kita tutup praktiknya,’’ jelasnya.

Tak mau kecolongan lagi, pihaknya memerintahkan bawahannya melakukan monitoring ke lapangan. Satu per satu praktik bidan mandiri yang tersebar di 18 kecamatan didatangi untuk melakukan verifikasi kelengkapan dan peralatan standart yang dimiliki mereka. ’’Memang boleh bidan melakukan suntik KB, yang tidak boleh itu kan memberi resep kepada pasien flu atau meresepkan obat di luar formularium bidan. Jadi, bidan itu hanya tertentu saja,’’ paparnya.

Benar saja, dalam sidak yang dilakukan, dinkes temukan sejumlah peratatan tak standart. Bahkan termasuk obat-obat expired. Termasuk, kelengkapan peralatan antenatal dan diagnosa yang juga belum lengkap hingga penyediaan timbangan yang belum standar. ’’Jadi, praktek mandiri mereka (bidan) saat ini tidak baik-baik saja. Makanya kita lakukan monitoring,’’ pungkasnya. (ori/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#bidan praktik mandisi #dinas kesehatan kabupaten mojokerto #dinkes kabupaten mojokerto