HARI ini (21/4), bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Momen ini bukan sekadar mengenang semangat RA Kartini dalam memperjuangkan hak dan pendidikan bagi kaum perempuan. Bahkan, semangat Kartini terus menyala sepanjang masa, terutama dalam langkah para perempuan yang mengabdikan diri di dunia kesehatan.
Di RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto, semangat itu hadir secara nyata dalam diri dokter, perawat, bidan, apoteker, tenaga administrasi, petugas keamanan, hingga pemimpin manajemen rumah sakit. Perempuan-perempuan tangguh yang setiap hari berdiri di garis depan pelayanan, memastikan setiap pasien mendapat haknya untuk sehat.
Di tengah tantangan berat seperti pandemi, bencana, dan keterbatasan fasilitas, para perempuan di rumah sakit tak pernah surut semangat. Mereka hadir dengan empati, ketulusan, dan profesionalisme. Mereka tidak hanya merawat luka fisik pasien, tetapi juga menjadi penguat semangat dan harapan.
Kartini Masa Kini di Rumah Sakit
Semangat Kartini hidup dalam setiap perempuan yang rela begadang menangani pasien di IGD. Dalam setiap senyum hangat bidan yang menenangkan ibu melahirkan. Dalam setiap keputusan bijak pemimpin perempuan untuk melayani dengan hati.
Hari Kartini adalah pengingat bahwa kemajuan sebuah bangsa tak lepas dari kontribusi perempuan, termasuk dalam menjaga dan memulihkan kesehatan masyarakat. Di tangan mereka, rumah sakit bukan sekadar tempat pengobatan, tetapi juga ruang harapan, pemulihan, dan kemanusiaan.
Selamat Hari Kartini! Untuk seluruh perempuan luar biasa di RSUD RA Basoeni dan dunia kesehatan. Terima kasih atas dedikasimu. Kalian adalah cahaya yang tak pernah padam. (bas/ris)
Editor : Fendy Hermansyah