JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Isu mengenai wortel sebagai “penajam” penglihatan sudah lama beredar di masyarakat. Banyak orang percaya bahwa mengonsumsi wortel secara rutin akan membuat mata lebih jernih dan tajam. Namun, benarkah klaim tersebut sesuai dengan fakta ilmiah?
Wortel dikenal sebagai sayuran kaya beta-karoten, zat yang diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin A berperan penting dalam menjaga kesehatan retina, terutama dalam kondisi cahaya redup. Inilah yang membuat wortel sering dikaitkan dengan kesehatan mata.
Para ahli gizi menegaskan, vitamin A memang membantu mencegah gangguan penglihatan seperti rabun senja. Rabun senja adalah kondisi ketika seseorang kesulitan melihat dalam cahaya rendah. Dengan asupan vitamin A yang cukup, risiko gangguan ini bisa ditekan.
Baca Juga: Ngaku Polisi, Pria Asal Gedeg Mojokerto Dipolisikan
Meski demikian, klaim bahwa wortel mampu membuat mata lebih tajam atau menyembuhkan rabun jauh tidaklah benar. Kelainan refraksi seperti mata minus, silinder, atau plus tidak bisa diperbaiki hanya dengan konsumsi wortel. Kondisi tersebut membutuhkan kacamata, lensa kontak, atau tindakan medis.
Menariknya mitos wortel sebagai penajam mata berawal dari propaganda Perang Dunia II. Pemerintah Inggris kala itu menyebarkan kabar bahwa pilot mereka bisa melihat dalam gelap berkat konsumsi wortel. Tujuannya untuk menutupi teknologi radar yang sebenarnya digunakan.
Kampanye tersebut berhasil membentuk persepsi publik hingga kini. Banyak masyarakat yang masih percaya bahwa wortel dapat meningkatkan ketajaman penglihatan secara signifikan. Padahal, manfaat wortel lebih kepada menjaga kesehatan mata, bukan memperbaiki kelainan.
Dokter mata menyarankan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada wortel. Mata membutuhkan nutrisi lain seperti vitamin C, vitamin E, zinc, dan omega-3. Semua zat tersebut berperan dalam menjaga fungsi mata secara menyeluruh.
Baca Juga: DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Siapkan 2.020 Bohlam
Konsumsi wortel berlebihan juga tidak disarankan. Beta-karoten yang terlalu banyak bisa menyebabkan kulit berwarna oranye, kondisi yang disebut karotenemia. Meski tidak berbahaya, hal ini menunjukkan pentingnya keseimbangan dalam pola makan.
Wortel tetaplah sayuran sehat yang patut dikonsumsi. Selain baik untuk mata, wortel juga bermanfaat bagi kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuh. Namun, masyarakat perlu memahami batasan manfaatnya agar tidak terjebak dalam mitos.
Wortel memang membantu menjaga kesehatan mata, terutama dalam mencegah rabun senja. Tetapi, anggapan bahwa wortel bisa membuat mata tajam atau menyembuhkan rabun jauh hanyalah mitos. Pola makan seimbang dan pemeriksaan mata rutin tetap menjadi kunci utama menjaga penglihatan. KALKY
Editor : Imron Arlado