
Berlebihan minum kopi bisa bikin mata melek, tapi kualitas tidur jadi rusak — nikmati secukupnya agar tubuh tetap sehat.
JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kopi sudah lama menjadi minuman favorit banyak orang untuk memulai hari. Kandungan kafeinnya mampu memberikan dorongan energi dan meningkatkan fokus. Namun, ketika dikonsumsi secara berlebihan, kopi justru dapat menimbulkan masalah serius terhadap kualitas tidur.
Kopi sudah lama menjadi minuman favorit banyak orang untuk memulai hari. Kandungan kafeinnya mampu memberikan dorongan energi dan meningkatkan fokus. Namun, ketika dikonsumsi secara berlebihan, kopi justru dapat menimbulkan masalah serius terhadap kualitas tidur.
Minum kopi dalam jumlah besar, terutama menjelang malam, sering kali menyebabkan insomnia. Kondisi ini membuat seseorang kesulitan tidur, terbangun berulang kali, atau bahkan tidak bisa tidur sama sekali sepanjang malam.
Kualitas tidur yang menurun berdampak langsung pada produktivitas sehari-hari. Kurang tidur membuat tubuh lelah, konsentrasi menurun, daya ingat terganggu, dan kemampuan mengambil keputusan menjadi lebih buruk.
Efek fisiologis dari kafein berlebihan juga mempengaruhi detak jantung dan tekanan darah. Tubuh yang tetap siaga sulit untuk rileks, sehingga tidur menjadi dangkal dan tidak memberikan rasa segar saat bangun.
Ketergantungan terhadap kopi memperburuk masalah tidur. Banyak orang mengandalkan kopi untuk melawan kantuk, padahal siklus ini justru membuat tubuh semakin sulit beristirahat secara alami dan menimbulkan lingkaran setan kelelahan.
Baca Juga: Anggota TNI Jadi Korban Penarikan Paksa Debt Collector di Mojokerto
Dampak psikologis juga muncul, seperti meningkatnya rasa cemas, stres, dan perubahan mood. Kurang tidur akibat kopi berlebihan dapat memperburuk kondisi mental seseorang, bahkan memicu depresi jika berlangsung dalam jangka panjang.
Para ahli menyarankan batas aman konsumsi kafein sekitar 400 mg per hari, setara dengan 3–4 cangkir kopi. Melebihi batas ini meningkatkan risiko gangguan tidur, kesehatan jantung, dan metabolisme tubuh.
Sensitivitas terhadap kafein berbeda pada setiap individu. Ada orang yang sudah mengalami gangguan tidur meski hanya minum satu cangkir kopi di sore hari, sementara yang lain mungkin lebih tahan. Faktor genetik dan kebiasaan turut memengaruhi hal ini.
Untuk menjaga kualitas tidur, sebaiknya hindari minum kopi 6–7 jam sebelum tidur, batasi jumlah konsumsi harian, dan pilih alternatif minuman nonkafein seperti teh herbal atau air putih. Dengan pengaturan yang tepat, kopi tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan tidur. FERDI
Editor : Imron Arlado