”Setelah ditelisik, ada 79 orang yang terdampak. Per hari ini (kemarin, Red) 77 orang sudah dinyatakan pulih, dua lainnya masih rawat jalan.”
Dyan Anggrahini Sulistyowati
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto
Dua di antaranya Masih Dirawat Intensif di Rumah Sakit
KABUPATEN - Setelah dilakukan penelusuran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto akhirnya mendapati puluhan siswa diduga mengalami gejala keracunan usai konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kendati demikian, dari total korban yang terdampak, kondisi mereka dikabarkan berangsur-angsur kian membaik.
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati menyatakan, pendataan yang ditelisik dinkes terkait kasus dugaan keracunan MBG SPPG Randubango itu diketahui mencapai 79 orang.
Baca Juga: SPPG di Mojokerto Kena Imbas Evaluasi BGN, Dugaan Gangguan Pencernaan Jadi Sorotan
Hingga kemarin (12/4), masih ada dua siswa yang dinyatakan rawat jalan karena harus menjalani perawatan intensif. ”Setelah ditelisik, ada 79 orang yang terdampak. Per hari ini (kemarin, Red) 77 orang sudah dinyatakan pulih, dua lainnya masih rawat jalan,” terangnya, kemarin.
Dyan menuturkan, dari total 79 orang yang dilaporkan mengalami gejala diare itu, tersebar dari empat lembaga penerima manfaat. Di antaranya, SMK PGRI Mojosari sebanyak 39 siswa, TK Kartika 11 siswa, SMA PGRI Mojosari 5 siswa, serta MI Mi'rojul Ulum 24 siswa. ”Yang masih rawat jalan dua orang itu siswa dari SMK PGRI Mojosari,” bebernya.
Baca Juga: Santap Siomay MBG, Siswa SMK Mojokerto Alami Diare
Selain kondisi yang kian membaik, Dyan menuturkan, hingga kini sampel bahan menu MBG yang dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya masih dalam proses pemeriksaan. Pihaknya belum mengetahui kapan hasil pengujian tersebut selesai. ”Untuk hasil laboratorium dari BBLKM belum keluar,” paparnya.
Di sisi lain, operasional SPPG Mojokerto Mojosari Randubango yang dinaungi Yayasan Santtana Andalan Ngglogongan tersebut diinformasikan masih libur sementara waktu. Belum diketahui kapan distribusi dapur umum ini akan dibuka beroperasi. Namun, terkait hal ini, hingga tadi malam, Koordiator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Mojokerto Faulina Nur Fadhilah tak kunjung merespons konfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto.
Baca Juga: MBG Guru dan Tenaga Kependidikan di Mojokerto Dijatah Sama seperti Siswa Sekolah
Sebelumnya, sejumlah siswa di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu yang didistribusikan SPPG Randubango, Kamis (9/4) lalu. Berdasarkan laporan awal yang diterima, para siswa saat tersebut menerima menu berupa kentang kukus, telur rebus, siomay ayam, bumbu kacang, tahu kukus, kubis atau kol rebus, dan semangka.
Bumbu kacang yang diduga bermasalah itu dikirim ke lima lembaga pendidikan penerima manfaat. ”Menu siomay menandakan bumbu kacangnya tidak layak dikonsumsi,” imbuh Dyan. Dinkes turut mendapati sejumlah siswa yang menyantap menu tersebut mengalami gejala dugaan keracunan dan mengalami diare. (oce/ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah