Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dugaan Keracunan Menu Siomay MBG di Mojokerto Capai 79 Siswa

Khudori Aliandu • Senin, 13 April 2026 | 17:46 WIB
DISTRIBUSI DILIBURKAN: Suasana SMK PGRI Mojosari sebagai salah satu lembaga penerima manfaat MBG dari SPPG Randubango. Kemarin (10/4), lembaga ini tidak menerima MBG pasca adanya laporan dugaan keracunan yang terjadi pada Kamis (9/4). (Oce JPRM)
DISTRIBUSI DILIBURKAN: Suasana SMK PGRI Mojosari sebagai salah satu lembaga penerima manfaat MBG dari SPPG Randubango. Kemarin (10/4), lembaga ini tidak menerima MBG pasca adanya laporan dugaan keracunan yang terjadi pada Kamis (9/4). (Oce JPRM)

 Setelah ditelisik, ada 79 orang yang terdampak. Per hari ini (kemarin, Red) 77 orang sudah dinyatakan pulih, dua lainnya masih rawat jalan.”

Dyan Anggrahini Sulistyowati

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto

Dua di antaranya Masih Dirawat Intensif di Rumah Sakit 

KABUPATEN - Setelah dilakukan penelusuran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto akhirnya mendapati puluhan siswa diduga mengalami gejala keracunan usai konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kendati demikian, dari total korban yang terdampak, kondisi mereka dikabarkan berangsur-angsur kian membaik. 

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati menyatakan, pendataan yang ditelisik dinkes terkait kasus dugaan keracunan MBG SPPG Randubango itu diketahui mencapai 79 orang. 

Baca Juga: SPPG di Mojokerto Kena Imbas Evaluasi BGN, Dugaan Gangguan Pencernaan Jadi Sorotan

Hingga kemarin (12/4), masih ada dua siswa yang dinyatakan rawat jalan karena harus menjalani perawatan intensif. Setelah ditelisik, ada 79 orang yang terdampak. Per hari ini (kemarin, Red) 77 orang sudah dinyatakan pulih, dua lainnya masih rawat jalan, terangnya, kemarin. 

Dyan menuturkan, dari total 79 orang yang dilaporkan mengalami gejala diare itu, tersebar dari empat lembaga penerima manfaat. Di antaranya, SMK PGRI Mojosari sebanyak 39 siswa, TK Kartika 11 siswa, SMA PGRI Mojosari 5 siswa, serta MI Mi'rojul Ulum 24 siswa. Yang masih rawat jalan dua orang itu siswa dari SMK PGRI Mojosari, bebernya. 

Baca Juga: Santap Siomay MBG, Siswa SMK Mojokerto Alami Diare

Selain kondisi yang kian membaik, Dyan menuturkan, hingga kini sampel bahan menu MBG yang dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya masih dalam proses pemeriksaan. Pihaknya belum mengetahui kapan hasil pengujian tersebut selesai. Untuk hasil laboratorium dari BBLKM  belum keluar, paparnya. 

Di sisi lain, operasional SPPG Mojokerto Mojosari Randubango yang dinaungi Yayasan Santtana Andalan Ngglogongan tersebut diinformasikan masih libur sementara waktu. Belum diketahui kapan distribusi dapur umum ini akan dibuka beroperasi. Namun, terkait hal ini, hingga tadi malam, Koordiator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Mojokerto Faulina Nur Fadhilah tak kunjung merespons konfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto. 

Baca Juga: MBG Guru dan Tenaga Kependidikan di Mojokerto Dijatah Sama seperti Siswa Sekolah

Sebelumnya, sejumlah siswa di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu yang didistribusikan SPPG Randubango, Kamis (9/4) lalu. Berdasarkan laporan awal yang diterima, para siswa saat tersebut menerima menu berupa kentang kukus, telur rebus, siomay ayam, bumbu kacang, tahu kukus, kubis atau kol rebus, dan semangka.

Bumbu kacang yang diduga bermasalah itu dikirim ke lima lembaga pendidikan penerima manfaat. Menu siomay menandakan bumbu kacangnya tidak layak dikonsumsi, imbuh Dyan. Dinkes turut mendapati sejumlah siswa yang menyantap menu tersebut mengalami gejala dugaan keracunan dan mengalami diare. (oce/ori/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#menu siomay mbg #Keracunan Menu MBG #Keracunan Mojokerto #mbg mojokerto