JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kopi bukan sekadar minuman pelepas kantuk. Belakangan, kopi disebut-sebut mampu menurunkan risiko penyakit jantung. Klaim ini ramai diperbincangkan, terutama di tengah tren gaya hidup sehat yang semakin populer.
Sejumlah penelitian internasional mengungkap, konsumsi kopi dalam jumlah moderat, yakni 2–3 cangkir per hari, berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan diabetes. Kandungan antioksidan di dalam kopi diyakini berperan melawan peradangan serta menjaga kesehatan pembuluh darah.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kopi bukanlah “obat ajaib”. Kopi hanya menjadi salah satu faktor pendukung, sementara pola hidup sehat secara menyeluruh tetap menjadi kunci utama pencegahan penyakit jantung.
Dulu, kopi sempat dicap berbahaya karena kafeinnya dianggap memicu hipertensi. Namun, riset terbaru menunjukkan efek kopi lebih kompleks. Pada sebagian orang, konsumsi kopi tidak menimbulkan lonjakan tekanan darah yang berarti.
Jenis kopi yang diminum juga menentukan manfaatnya. Kopi hitam tanpa tambahan gula atau krimer lebih disarankan. Sebaliknya, kopi kekinian dengan kadar gula tinggi justru bisa meningkatkan risiko obesitas dan gangguan kardiovaskular.
Baca Juga: Kanopi Terbang di Atas Gedung Sekolah di Mojokerto
Waktu minum kopi pun disebut berpengaruh. Penelitian menyarankan konsumsi di pagi hari agar metabolisme tubuh lebih optimal. Sebaliknya, minum kopi di malam hari berpotensi mengganggu tidur, yang pada akhirnya berdampak buruk bagi kesehatan jantung.
Tren “kopi sehat” memang tengah naik daun di media sosial. Namun, narasi yang menyederhanakan kopi sebagai penangkal penyakit jantung dinilai berlebihan. Penyakit jantung tetap dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokok.
Risiko konsumsi berlebihan tetap ada. Kafein tinggi dapat memicu gangguan tidur, rasa cemas, hingga palpitasi. Bagi penderita hipertensi atau aritmia, konsultasi dengan tenaga medis sebelum meningkatkan konsumsi kopi sangat dianjurkan.
Kesimpulannya, kopi memang bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat bila dikonsumsi dengan bijak. Namun klaim bahwa kopi sepenuhnya mencegah penyakit jantung lebih tepat disebut tren yang sedang mendapat dukungan bukti ilmiah, bukan fakta mutlak.
KALKY
Editor : Imron Arlado