Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mitos Menaruh Ponsel di Samping Bawah Bantal, Seberapa Bahaya Radiasinya?

Imron Arlado • Jumat, 10 April 2026 | 18:05 WIB
Stop Taruh HP di Bawah Bantal!
Stop Taruh HP di Bawah Bantal!

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kebiasaan menaruh ponsel di bawah bantal saat tidur masih banyak dilakukan oleh masyarakat. Alasannya beragam, mulai dari ingin mudah meraih ponsel ketika bangun hingga menjadikannya sebagai alarm.

Ponsel memancarkan radiasi elektromagnetik dalam bentuk gelombang radio. Meski tingkat radiasinya relatif rendah, paparan yang terjadi secara terus-menerus dan dekat dengan tubuh dapat menimbulkan kekhawatiran. Organisasi Kesehatan Dunia bahkan mengklasifikasikan radiasi ponsel sebagai “possibly carcinogenic” atau berpotensi menimbulkan kanker.

Selain radiasi, ponsel yang diletakkan di bawah bantal berisiko mengalami panas berlebih. Ketika perangkat tetap menyala sepanjang malam, suhu baterai bisa meningkat. Dalam kasus ekstrem, hal ini dapat memicu kerusakan perangkat, bahkan kebakaran kecil.

Dari sisi kualitas tidur, ponsel juga menjadi pengganggu utama. Cahaya biru yang dipancarkan layar ponsel terbukti menekan produksi hormon melatonin, hormon yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur. Akibatnya, seseorang bisa mengalami insomnia atau tidur yang tidak nyenyak.

Gangguan tidur yang berulang dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang. Kurang tidur meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung. Dengan kata lain, kebiasaan sederhana menaruh ponsel di bawah bantal bisa berkontribusi pada masalah kesehatan serius.

Selain itu, tidur dekat dengan ponsel membuat otak tetap “siaga”. Notifikasi pesan, panggilan, atau suara getaran dapat memicu kecemasan dan membuat tidur menjadi tidak berkualitas. Kondisi ini bisa menimbulkan stres psikologis yang berkelanjutan.

Baca Juga: Jalan Rusak di Ruas Pekukuhan-Ngoro Mojokerto Diperbaiki

Para ahli menyarankan agar ponsel tidak diletakkan di bawah bantal atau dekat kepala saat tidur. Jarak aman yang direkomendasikan adalah sekitar 1–2 meter dari tubuh. Dengan begitu, paparan radiasi dan risiko gangguan tidur dapat diminimalkan.

Alternatif lain adalah mengaktifkan mode pesawat atau mematikan ponsel ketika tidur. Cara ini efektif mengurangi paparan radiasi sekaligus mencegah gangguan dari notifikasi. Jika ponsel digunakan sebagai alarm, sebaiknya letakkan di meja atau rak yang agak jauh dari tempat tidur.

Kebiasaan sehat lain yang bisa diterapkan adalah membatasi penggunaan ponsel sebelum tidur. Disarankan untuk berhenti menggunakan ponsel setidaknya 30 menit sebelum tidur agar tubuh memiliki waktu beradaptasi dan hormon melatonin dapat bekerja optimal.

Mitos tentang bahaya menaruh ponsel di bawah bantal bukanlah sekadar cerita tanpa dasar. Radiasi, panas berlebih, dan gangguan tidur adalah risiko nyata yang bisa terjadi. Dengan langkah sederhana seperti menjauhkan ponsel saat tidur, kita dapat menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas istirahat.

KALKY

Editor : Imron Arlado
#edukasi digital #kesehatan fisik #radiasi #keselamatan