JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dalam memperingati Hari Epilepsi Sedunia, masyarakat diajak untuk lebih mengenal salah satu gangguan saraf yang masih sering disalah pahami, yaitu epilepsi. Kurangnya pemahaman membuat penderitaan epilepsi kerap mendapatkan stigma negatif, padahal kondisi ini dapat ditangani dengan baik jika dikenali sejak dini.
Epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf pusat yang ditandai dengan kejang berunglang kali akibat aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia, dan memerlukan perhatian serta penanganan yang tepat.
Gejala yang Perlu Diawasi
Gejala epilepsi tidak selalu berupa kejang hebat yang sering terlihat. Beberapa tanda yang perlu dikenali antara lain:
· Kejang atau tubuh kaku secara tiba-tiba
· Tatapan kosong atau hilang kesadaran sesaat
· Gerakan tidak terkendali pada tangan atau kaki
· Kebingungan setelah kejang
· Sensasi aneh seperti takut berlebihan atau halusinasi ringan
Gejala ini bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga beberapa menit, dan dapat beberapa pada setiap penderitaan.
Penyebab Epilepsi
Epilepsi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya:
- Cedera kepala akibat kecelakaan
- Infeksi otak seperti meningitis
- Kelainan genetik atau bawaan
- Tumor otak
- Gangguan perkembangan otak sejak dalam kandungan
Namun, dalam banyak kasus, penyebab pasti epilepsi tidak selalu dapat diketahui secara jelas.
Baca Juga: Lima Jalan di Kota Mojokerto Rawan Pelanggaran
Cara Penanganan yang Tepat
Penanganan epilepsi bertujuan untuk mengontrol kejang agar penderita dapat menjalani aktivitas normal. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Konsumsi obat anti-kejang sesuai anjuran dokter
- Istirahat cukup dan menghindari stres berlebih
- Menghindari pemicu seperti kurang tidur atau cahaya berkedip
- Pemeriksaan rutin ke tenaga medis
Selain itu, pertolongan pertama saat seseorang mengalami kejang juga sangat penting. Masyarakat dianjurkan untuk tetap tenang, memposisikan tubuh penderita miring, serta menjauhkan benda berbahaya di sekitarnya. Hindari memasukkan benda apapun ke dalam mulut penderita.
Pentingnya Edukasi dan Kepedulian
Peringatan hari epilepsi sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap epilepsi. Edukasi yang tepat diharapkan mampu mengurangi stigma serta mendorong dukungan bagi para penderita agar tetap percaya diri menjalani kehidupan.
Dengan mengenali gejala, memahami penyebab, serta mengetahui cara penanganannya, masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan peduli terhadap penderita epilepsi.
JATI
Editor : Imron Arlado