KABUPATEN – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mojokerto harus menjadi perhatian serius, karena dinilai sudah mengkhawatirkan. Bahkan, belakangan merenggut nyawa seorang balita di Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, akibat terjangkit nyamuk Aedes aegypti.
Plt Camat Mojoanyar Arifatur membenarkan peristiwa nahas yang menimpa QA, balita berusia 5 tahun ini Dari hasil koordinasi dengan puskesmas, pasien diketahui meninggal dunia di RSAL Surabaya, Minggu (15/3). ’’Sebelum meninggal, korban ini sempat dilakukan rawat inap di RS Gatoel, tetapi pada Minggu (15/3) oleh RS Gatoel dirujuk ke RSAL. Tidak lama di sana meninggal,’’ ungkapnya, kemarin.
Kepala Puskesmas Gayaman dr. Sandra menambahkan, dari keterangan pihak keluarga, pasien tersebut mulai merasakan demam pada Minggu (8/3). Oleh pihak keluarga, QA diberikan obat penurun demam. Namun, penanganan pertama tersebut tak membuahkan hasil, hingga akhirnya pada Selasa (10/3) dia dilarikan ke RS Gatoel Kota Mojokerto, untuk penanganan lebih lanjut dan menjalani rawat inap. ’’Karena kondisinya terus menurun, Minggu (15/3) dirujuk RS Gatoel ke RSAL Surabaya. Di sana dirawat tidak sampai satu hari, pasien meninggal,’’ ungkapnya.
Sejak awal, pasien memang tidak berobat ke puskesmas. Puskesmas bahkan baru menerima laporan dari Kepala Desa Gayaman jika ada warga yang terjangkit DBD dan meninggal. Peristiwa itu lantas menjadi perhatian puskesmas dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto. ’’Jadi, langsung kami tindaklanjuti dengan pelacakan kunjungan rumah pasien pada Senin (16/3). Kemudian Selasa (17/3) sudah dilakukan fogging di lingkungan sekitar tempat tinggal pasien,’’ paparnya.
Menurutnya, musim hujan yang masih berlangsung memang masih cukup berotensi terhadap munculnya kasus DBD. Sehingga, lanjut Sandra, semua pihak harus terlibat aktif melakukan pencegahan. Salah satunya dengan menggiatkan program pemberantasan sarangan nyamuk (PSN) secara aktif di setiap lingkungan warga.
’’Yang utama memang pencegahan dengan PSN melalui gerakan 3M (menguras bak penampungan air, menutup bak penampungan air, dan mengubur barang bekas). Plus memakai body lotion antinyamuk, menutup kawat kassa di jendela, dan menghindari menggantung pakaian,’’ jelasnya. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah