KEBIASAAN kalap saat berbuka puasa masih sering dilakukan banyak orang. Setelah menahan lapar dan haus seharian, tak jarang langsung menyantap berbagai jenis makanan dalam porsi besar. Padahal, cara berbuka seperti itu dapat berdampak kurang baik bagi pencernaan.
Ahli Gizi Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto Ida Fathurrohmi menuturkan, selama berpuasa sistem pencernaan bekerja lebih lambat karena tidak ada asupan makanan selama beberapa jam.
Kondisi ini membuat lambung memerlukan waktu untuk kembali beradaptasi saat menerima makanan. ’’Berbuka secara bertahap membantu lambung beradaptasi, sehingga tidak syok setelah seharian tidak menerima makanan,’’ katanya.
Dia menerangkan, jika nekat langsung makan dalam porsi banyak beberapa keluhan pencernaan bisa muncul. Di mana, kondisi tersebut terjadi karena lambung harus bekerja lebih ekstra setelah lama tidak aktif. ”Efeknya bisa perut kembung, mual, bahkan refluks atau naiknya asam lambung,” jelasnya.
Oleh karenanya, dia menyarankan agar berbuka puasa secara bertahap. Yakni, dengan mengawali minum air putih, kemudian makanan manis alami seperti kurma atau buah, sebelum akhirnya mengonsumsi makanan utama. ’’Usahakan menu berbuka tetap seimbang, ada karbohidrat, protein, sayur, buah, serta cukup air putih. Hindari terlalu banyak makanan berminyak dan manis agar tubuh tetap sehat selama Ramadan,’’ pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah