JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Penyakit ginjal selama ini identik dengan usia lanjut. Namun, penyakit ginjal kini mulai bergeser ke usia yang lebih muda, terutama generasi Z yang berisiko mengalami penurunan fungsi ginjal akibat gaya hidup yang tidak sehat.
Hal tersebut semakin ramai dibicarakan setelah salah satu penyanyi Indonesia, Vidi Aldiano yang telah berjuang selama 5 hingga 6 tahun mengidap kanker ginjal dan meninggal dunia pada 07 Maret 2026.
Kasus tersebut membuat peringatan kepada anak muda yang kebiasaan self-reward dengan minuman boba atau kopi kekinian yang tinggi gula setiap hari mungkin terasa menyenangkan. Namun, tumpukan gaya hidup instan ini adalah investasi buruk yang bisa memicu gagal ginjal kronis justru di masa produktif.
Secara medis, penyakit ginjal terjadi ketika organ ginjal tidak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Ginjal berperan penting dalam menyaring racun dari darah, menjaga keseimbangan cairan tubuh, serta mengatur tekanan darah. Ketika fungsi tersebut terganggu, berbagai masalah kesehatan dapat muncul.
Baca Juga: Karyawan Asal Mojosari Ditemukan Meninggal di Sungai Brantas
Gaya Hidup Menjadi Salah Satu Pemicu
Perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang membuat penyakit ginjal mulai muncul di usia lebih muda. Pola hidup yang kurang sehat seperti konsumsi makanan tinggi garam, minuman manis berlebihan, hingga kebiasaan kurang minum air putih dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.
Selain itu, kebiasaan begadang, kurang olahraga, serta pola makan yang tidak seimbang juga ikut berperan. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat membebani kerja ginjal sehingga meningkatkan risiko kerusakan organ tersebut.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) Dr dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH di usia muda kisaran 20 hingga 30-an tahun, peradangan ginjal atau glomerulonefritis saat ini menjadi penyebab paling sering dari kasus gagal ginjal.
Faktor Risiko Penyakit Ginjal
Selain gaya hidup, terdapat beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ginjal, termasuk kanker ginjal.
1. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga
Risiko penyakit ginjal bisa meningkat jika seseorang memiliki anggota keluarga inti yang pernah mengalami penyakit serupa.
2. Paparan Lingkungan
Paparan zat kimia tertentu seperti asbes, kadmium, maupun pelarut organik di lingkungan kerja dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.
3. Gaya Hidup Tidak Sehat
Obesitas dan kebiasaan merokok juga menjadi faktor pemicu. Berat badan berlebih dapat memicu perubahan hormon yang memengaruhi pertumbuhan sel abnormal, sedangkan zat kimia dalam rokok dapat merusak jaringan ginjal.
Baca Juga: Pikap Angkut Tahu vs PCX di Dawarblandong Mojokerto, Bocah 6 Tahun Tewas
4. Kondisi Medis Tertentu
Penyakit lain seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Selain itu, penderita gagal ginjal kronis yang menjalani cuci darah dalam jangka panjang juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Kenali Gejala yang Sering Diabaikan
Masalah penyakit ginjal sering kali berkembang secara perlahan dan tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, banyak penderita baru menyadari kondisinya ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut.
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
· Munculnya darah pada urine
· Nyeri pada bagian pinggang atau punggung samping
· Benjolan di area perut atau pinggang
· Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
· Mudah lelah dalam waktu lama
· Demam tanpa penyebab yang pasti
· Anemia
· Nyeri tulang atau batuk kronis jika penyakit sudah menyebar
Jika gejala tersebut muncul secara terus-menerus, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan agar kondisi dapat ditangani lebih cepat.
Kesadaran akan kesehatan kini menjadi semakin penting, terutama bagi generasi muda yang sering kali memiliki aktivitas padat dan pola hidup tidak teratur. Dengan mengenali faktor risiko serta gejala sejak awal, diharapkan penyakit ginjal dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. NESTI