JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Perubahan gaya hidup pada generasi muda, khususnya generasi Z, mulai mendapat perhatian para ahli kesehatan. Dalam beberapa tahun terakhir, tercatat adanya peningkatan kasus gangguan ginjal pada usia muda yang berkaitan dengan pola makan dan kebiasaan sehari-hari.
Salah satu tren yang cukup populer di kalangan Gen Z adalah konsumsi comfort food. Istilah ini merujuk pada makanan yang dianggap mampu meningkatkan suasana hati atau meredakan stres. Namun, banyak jenis makanan tersebut seperti makanan cepat saji, camilan kemasan, hingga makanan instan yang mengandung kalori, gula, dan garam tinggi.
Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), Pringgodigdo Nugroho, menyebut bahwa gaya hidup modern menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit ginjal pada kelompok usia produktif.
Gagal ginjal sendiri merupakan kondisi ketika ginjal tidak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah. Penyakit ini sering berkembang secara perlahan dan kerap baru terdeteksi saat sudah memasuki tahap lanjut.
Baca Juga: Tanggul Kali Sadar di Mojokerto Jebol, Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir saat Sahur
Berikut beberapa gaya hidup Gen Z yang berpotensi meningkatkan risiko gagal ginjal, diantaranya:
1. Konsumsi minuman manis berlebihan
Minuman kekinian seperti kopi susu, boba, dan soda mengandung gula tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering dapat meningkatkan risiko diabetes dan tekanan darah tinggi yang berpengaruh pada kesehatan ginjal.
2. Kurang minum air putih
Kurangnya asupan air membuat ginjal bekerja lebih keras dalam menyaring racun dalam tubuh, sehingga berisiko menimbulkan dehidrasi dan batu ginjal.
3. Terlalu sering makan makanan instan
Makanan cepat saji biasanya mengandung garam tinggi yang dapat memicu tekanan darah tinggi dan merusak fungsi ginjal dalam jangka panjang.
4. Kebiasaan begadang
Kurang tidur dan pola hidup tidak teratur dapat mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
5. Kurang aktivitas fisik
Gaya hidup yang jarang olahraga dapat menyebabkan obesitas. Kondisi ini berhubungan dengan meningkatnya risiko diabetes dan hipertensi yang dapat memicu kerusakan ginjal.
6. Konsumsi obat tanpa pengawasan
Sebagian anak muda seringkali mengonsumsi obat pereda nyeri atau suplemen tanpa pengawasan tenaga medis. Penggunaan obat yang berlebihan dalam jangka panjang dapat membebani kerja ginjal.
Baca Juga: Kasasi Waiters Rumah Karaoke di Mojokerto yang Jadi Terdakwa TPPO Ditolak
Oleh karena itu, para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat sejak dini. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih, serta menggunakan obat sesuai anjuran medis merupakan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan ginjal.
Dengan kesadaran yang lebih tinggi terhadap pola hidup sehat, generasi muda diharapkan dapat mencegah berbagai penyakit kronis, termasuk gagal ginjal, yang kini tidak lagi hanya menyerang usia lanjut. PUTRI
Editor : Redaksi Digital