Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dinkes Kabupaten Mojokerto Nilai SPPG Lalai dan Masakan Overkapasitas, Pasca Telur Asin Berbau Busuk dan Berulat

Indah Oceananda • Sabtu, 7 Februari 2026 | 04:10 WIB

 

 

DIMINTA KLARIFIKASI: Dinkes Kabupaten Mojokerto meminta keterangan SPPG Tambakagung, Kecamatan Puri, terkait kronologis temuan menu MBG yang bermasalah di SDN Kenanten,  kemarin (6/2).
DIMINTA KLARIFIKASI: Dinkes Kabupaten Mojokerto meminta keterangan SPPG Tambakagung, Kecamatan Puri, terkait kronologis temuan menu MBG yang bermasalah di SDN Kenanten,  kemarin (6/2).
Dinas Kesehatan Minta Pengelola Batasi Porsi

KABUPATEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto turun tangan menindaklanjuti temuan telur asin menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berbau busuk dan berulat  di SDN Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, kemarin (6/2).

Investigasi tersebut untuk memastikan proses klarifikasi secara menyeluruh terhadap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambakagung, Kecamatan Puri, maupun pihak sekolah yang terlibat dalam insiden tersebut. 

Kemarin (6/2), wali murid, pihak SPPG, hingga dinkes menggelar rapat di SDN Kenanten. Dalam pertemuan tersebut, pihak SPPG mengakui adanya kelalaian dalam penyajian menu MBG yang didistribusikan pada Kamis (5/2). ’’Untuk telur asin ini memang kita ambil dari mitra. Jadi, beli di luar dalam kondisi sudah matang, dan pengiriman telurnya dalam waktu yang berbeda,’’ kata Kepala SPPG Tambakagung, Raharjo Jati Ibrahim. 

Adapun menu yang disajikan hari itu terdiri dari edamame rebus, sayuran mix, kelengkeng, nasi putih, dan telur asin. SPPG Tambakagung sendiri menyajikan menu MBG sebanyak 3.709 porsi. ’’Ada beberapa sekolah yang didistribusikan memang. Kami mohon maaf atas insiden ini, ke depannya akan kami perbaiki dan jadikan pembelajaran,’’ imbuhnya. 

Plt Kepala SDN Kenanten Ririn Faridah menuturkan, temuan ulat tersebut diketahui usai pihaknya mendapati laporan dari murid yang membawa pulang menu MBG. Kendati demikian, beberapa guru juga sempat mencium aroma busuk saat hendak mencicip menu MBG yang dibagikan. ’’Ada siswa yang nggak masuk, jadi menu MBG-nya sisa. Saat kita buka siang harinya, itu telurnya sudah bau,’’ jelasnya. 

Pihaknya juga sempat mengecek ke beberapa sekolah yang juga menerima menu MBG dari SPPG yang sama. Di antaranya SMP PGRI Puri, SDN Tambakagung, dan SD Tunas Harapan Bangsa. ’’Ternyata ya semuanya mengeluhkan yang sama, telurnya bau. Kami harap, jangan sampai ada kejadian seperti ini terulang lagi nantinya,’’ terang Ririn. 

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Mojokerto Ninik Munawati menyatakan, insiden tersebut menjadi alarm penting untuk meninjau ulang kualitas sanitasi dan higienitas dapur MBG. 

DIMINTA KLARIFIKASI: Dinkes Kabupaten Mojokerto meminta keterangan SPPG Tambakagung, Kecamatan Puri, terkait kronologis temuan menu MBG yang bermasalah di SDN Kenanten,  kemarin (6/2).
DIMINTA KLARIFIKASI: Dinkes Kabupaten Mojokerto meminta keterangan SPPG Tambakagung, Kecamatan Puri, terkait kronologis temuan menu MBG yang bermasalah di SDN Kenanten,  kemarin (6/2).

Pihaknya juga meminta SPPG agar membenahi jumlah pemorsian SPPG yang dinilai overkapasitas. ’’Karena sesuai aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang terbaru kan untuk pemorsian satu SPPG maksimal dibatasi 2.500, kalau ini hampir 4 ribu porsi. Ya, akhirnya pengawasan kontrolnya lemah. Sehingga kita minta SPPG ini membatasi pemorsian menu. Sisanya agar dialihkan ke SPPG lain,’’ urai dia. 

Ninik juga mengimbau kepada pihak sekolah, agar tidak membawa pulang menu MBG ke rumah. Sebab, menu tersebut dinilai sudah melewati batas layak konsumsi. ’’Kita minta agar sekolah tidak membawa pulang menu MBG ke rumah, untuk antisipasi kejadian sebelum-sebelumnya,’’ tandasnya.

Di samping itu, dinkes juga meminta pihak SPPG agar menyediakan test kit. Menyusul, meski bahan makanan yang disajikan secara fisik terlihat baik, namun belum tentu kandungannya bisa dikonsumsi. 

Dengan demikian, dinkes meminta agar SPPG Tambakagung ini menyediakan test kit untuk diujikan ke makanan yang akan disajikan ke penerima manfaat. Sebab, hal itu menjadi salah satu syarat untuk diterbitkannya SLHS (sertifikat laik higiene sanitasi), sekaligus untuk mengantisipasi insiden seperti ini lagi terjadi. ”Ini sangat bahaya, karena juga ada ibu hamil penerimanya. Jadi, harus benar-benar diperhatikan dalam proses masaknya,’’ tandasnya. (oce/fen/ris)

Editor : Fendy Hermansyah
#Telur Asin MBG Berulat #Sppg mojokerto #dinkes kabupaten mojokerto #Telur Asin MBG Busuk #Telur Asin MBG #mbg mojokerto