Imbas Kasus Siswa Alami Dugaan Keracunan Menu MBG
KOTA - Buntut dari mencuatnya kasus dugaan keracunan MBG, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, diawasi oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB). Pengawasan itu bakal berlangsung selama sepekan ke depan.
Kepala Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr. Achmad Rheza mengungkapkan, dalam waktu seminggu ini, suplai menu MBG yang didistribusikan SPPG Wates ke satuan pendidikan dipantau. Pengawasan tersebut meliputi, produksi bahan, pengolahan, hingga proses distribusi ke sekolah maupun posynadu.
’’Dalam waktu seminggu ke depan ini dikawal bersama-sama dengan dinkes maupun dikbud juga untuk melihat selama ini prosesnya. Baik dari memasaknya hingga distribusi ke sekolah-sekolah,’’ katanya, kemarin (20/1).
Rheza menyatakan, dari proses pengawalan ini, pihaknya memastikan SPPG tetap beroperasi seperti biasa. Sehingga, satuan pendidikan tetap menerima menu MBG. ’’Hanya saja, memang untuk sementara waktu ini MBG-nya kita usahakan makanan kering yang tidak mudah basi. Sambil nanti kita mencoba-coba cari kalau bisa temukan masalahnya di mana, sehingga ke depannya nggak timbul masalah,’’ imbuhnya.
Disinggung terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Rheza menyebut, SPPG Wates sudah mengantongi. Bahkan, dari delapan SPPG yang beroperasi di Kota Mojokerto, bamun SPPG tersebut yang sudah memiliki SLHS. ’’SLHS sudah punya, izin operasionalnya juga ada,’’ terang dia.
Selama sepekan ke depan, selain penanganan bagi keempat korban yang sempat rawat inap, Rheza menyatakan pihaknya tetap terus berkoordinasi dengan SPPG terkait. Termasuk dengan menu yang disajikan ke masing-masing satuan pendidikan.
’’Ke depannya kita paling koordinasi dengan SPPG berkenaan dengan makanannya. Kita preventif ke depannya supaya hal-hal yang mungkin bisa terjadi agar tidak terjadi,’’ ulasnya.
Rheza menambahkan, hingga saat ini tercatat empat anak sempat menjalani rawat inap. Tiga di antaranya telah dipulangkan, sementara satu anak masih dirawat di RS Mitra Keluarga, Waru, Sidoarjo. ’’Yang satu ini kondisinya belum stabil. Awalnya dicurigai keracunan, tapi perkembangannya tidak sesuai gejala keracunan. Ada dugaan gangguan saluran pencernaan,’’ tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah siswa dari tingkat SD hingga SMA di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, dikabarkan mengalami muntah dan diare. Beberapa wali murid mengindikasikan anak mereka diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.
MK, salah seorang wali murid SMAN 2 Mojokerto mengungkapkan, anaknya mengalami diare dan muntah-muntah sejak Jumat (16/1). Kondisi itu berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (18/1). Laporan dari Dinkes PPKB Kota Mojokerto, empat siswa SDN Wates 5 dan 6 dinyatakan sebagai korban terdampak dari kasus dugaan keracunan MBG yang disuplai SPPG Wates, Kecamatan Magersari.
Dari 13 satuan pendidikan yang dinaungi SPPG tersebut, pihaknya menegaskan masih melakukan investigasi lanjutan. Dua anak sempat opname di Rumah Sakit (RS) Kamar Medika, satu anak di RS Emma, dan satu lainnya menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga, Waru, Sidoarjo. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah