RS yang didirikan 17 Agustus 2009 ini tidak hanya tumbuh sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan dan kepercayaan masyarakat di Mojokerto dan sekitarnya.
Komisaris Utama PT Wilujeng Abadi Sejahtera (PT WAS) selaku pemilik RS Mawaddah Medika, dr. Hj Sihwati Wilujeng, M.Kes, mengatakan, selama 16 tahun, RS Mawaddah Medika terus berkembang mengikuti kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks.
”Sebagai rumah sakit dengan sejarah panjang, terus melakukan pembaruan secara bertahap untuk memastikan lingkungan perawatan tetap aman, nyaman, dan relevan dengan standar pelayanan kesehatan masa kini,’’ujarnya.
Dia menuturkan, transformasi dari budaya manual atau konvensional menjadi budaya yang serbadigital sudah dipersiapkan RS Mawaddah Medika dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini, tepatnya sekitar pasca era Covid-19.
Dimulai dengan pemanfaatan teknologi informasi (TI) dalam bentuk E-Rekam Medik (E-RM), pemanfaatan media online untuk komunikasi, informasi, dan edukasi kepada pasien maupun masyarakat secara umum. Selain itu, juga pemanfaatan IT dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS).
Direktur RS Mawaddah Medika Mayjend TNI (Purn) dr. Akhmad Rusli Budi Ansyah, Sp.B, MARS, menambahkan, tidak hanya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM), RS Mawaddah Medika juga menyiapkan peralatan medis canggih dilengkapi tenaga medis profesional, baik dalam hal diagnostik maupun tindakan.
Di antara alat yang sudah dipersiapkan adalah CT Scan 160 slices, laparoskopi, endoskopi, brokhoskopi, dan lainnya. Sedangkan untuk sarana prasarana sebagai syarat kompetensi, RS Mawaddah Medika sudah dan sedang membangun fasilitas yang dibutuhkan. ”Meliputi, gedung hemodialisa, klinik MCU, eksekutif, okupasi, estetika, Layanan Pediatri Terpadu (LPT), tempat parkir yang luas dan nyaman serta gratis,” terangnya.
Dalam hal pemenuhan kebutuhan dokter spesialis tetap (purna waktu) saat ini ada sembilan dokter yang sedang mengikuti program pendidikan dokter spesialis (PPDS) atas beasiswa RSMM. Selain itu, selama tahun 2025 juga menambah delapan orang dokter spesialis tetap untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, dari pagi sampai siang.
”Karena selama ini pelayanan praktik dokter spesialis mayoritas sore dan malam,” imbuhnya. Dengan demikian, tidak hanya menambah jenis pelayanan saja, tetapi juga menambah jumlah waktu layanan. ”Di mana pelayanan praktik dokter spesialis dari pagi, siang, sore, dan malam terpenuhi,’’ pungkasnya. (bas/fen/ris)
Editor : Fendy Hermansyah