Hingga Desember 2025 lalu, program MBG di Kota Mojokerto ditopang enam SPPG yang melayani 21.760 siswa. Keenam SPPG tersebut masing-masing berada di Kauman, Meri, Miji, Purwotengah, Tropodo, dan Wates. Belakangan, SPPG Al-Azhar yang dikelola Yayasan Pondok Pesantren Al-Azhar mulai ikut beroperasi. ’’Sekarang ada tujuh SPPG, tambah Al-Azhar,’’ ujar Satgas MBG SPPG Wates, Didik, kemarin (13/1).
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui media sosial SPPG Al-Azhar, jumlah penerima MBG di unit tersebut mencapai 1.888 hingga 2.021 siswa, mulai dari jenjang KB, TK, SD, RA, MI hingga MTs. Penyaluran MBG dilakukan sejak 9 Januari, bersamaan dengan kembali beroperasinya seluruh dapur setelah libur semester.
SLHS menjadi salah satu komponen penting dalam operasional SPPG. Sertifikat ini berfungsi sebagai bukti bahwa dapur penyedia makanan telah memenuhi standar kesehatan dan kebersihan sesuai ketentuan pemerintah. Namun, hingga kini belum seluruh SPPG mengantongi dokumen tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Achmad Reza belum memberikan respons saat dikonfirmasi terkait status kepemilikan SLHS seluruh SPPG, kemarin. Hal serupa juga terjadi pada Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Mojokerto, Dewi Ailindawati, yang belum menjawab konfirmasi.
Sementara itu, Didik mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah SPPG di Kota Mojokerto yang telah memiliki SLHS. Sebelumnya, Dinkes Kota Mojokerto menyatakan bahwa dari enam SPPG yang beroperasi hingga akhir tahun lalu, baru SPPG Wates yang telah mengantongi SLHS, sementara lima SPPG lainnya masih dalam proses pemenuhan persyaratan. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah