Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hari Ketiga, Korban Dugaan Keracunan MBG di Mojokerto Bertambah

Indah Oceananda • Selasa, 13 Januari 2026 | 07:00 WIB

 

DIRUJUK KE RUMAH SAKIT: Petugas PMI Kabupaten Mojokerto mengevakuasi santri sekaligus siswa korban keracunan massal diduga usai konsumsi menu MBG di Ponpes Mahad An Nur, Desa Singowangi, Kecamatan Kut
DIRUJUK KE RUMAH SAKIT: Petugas PMI Kabupaten Mojokerto mengevakuasi santri sekaligus siswa korban keracunan massal diduga usai konsumsi menu MBG di Ponpes Mahad An Nur, Desa Singowangi, Kecamatan Kut
 

KABUPATEN – Jumlah korban terdampak akibat dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meluas. Hingga kemarin (12/1) sore, total korban yang menjalani rawat inap di puskesmas maupun rumah sakit mengalami penambahan. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto Dyan Anggrahini Sulistyowati mengatakan, total korban yang terdampak dalam insiden keracunan massal MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, itu terus berubah. 

Sebab, ada sebagian pasien yang kondisinya membaik, ada pula yang masih menjalani perawatan. ’’Pasti ada perubahan, baik turun maupun naik. Karena setiap pasien juga ada yang keluar rumah sakit (pulang, Red),’’ tuturnya, kemarin (12/1). 

Dyan menuturkan, sesuai update terbaru, total korban yang terdampak mencapai 349 orang. Sebanyak 159 di antaranya saat ini masih menjalani opname (perawatan intensif). ’’Puskesmas baik rumah sakit juga terus melaporkan perkembangan setiap jam berkala,’’ bebernya. 

Sementara itu, 16 fasyankes yang menangani penanganan medis bagi korban dugaan keracunan tersebut antara lain, RS Dharma Husada Ngoro, RSUD Prof. dr. Soekandar, RSUD Sumberglagah, RS Mawaddah Medika, RSI Arofah, RS Kartini, RS Sidowaras, RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, RS Dian Husada, RSI Sakinah, Puskesmas Pacet, Puskesmas Gondang, Puskesmas Kutorejo, Puskesmas Bangsal, dan Puskesmas Dlanggu. 

Disinggung terkait hasil uji laboratorium yang dijadwalkan keluar kemarin (12/1), Dyan mengaku memang sudah ada beberapa sampel yang telah selesai diuji. Kendati demikian, ia belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan secara keseluruhan. ’’Memang sudah ada beberapa (sampel) yang selesai (diuji), tapi kita belum bisa beritahukan. Karena besok (hari ini, Red) juga masih ada pengujian sampel lainnya dengan item yang berbeda,’’ imbuh dia.  

Pihaknya menyatakan, hasil pemeriksaan laboratorium bakal diumumkan usai seluruh pengujian tuntas dilakukan. Menyusul, hal tersebut agar penyebab kasus yang menimpa siswa, guru, hingga wali murid itu bisa diketahui secara gamblang. ’’Jadi, kita harus menunggu seluruh pengujian sampai semuanya lengkap terlebih dahulu,’’ tegasnya. 

Sebelumnya, dugaan keracunan massal ini terjadi para korban terdampak selepas mengonsumsi menu MBG, Jumat (9/1) lalu. Sebanyak 152 orang menjalani perawatan intensif. Mereka mengeluhkan mual, muntah, pusing, lemas, hingga diare usai menyantap soto ayam yang didapat dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 tersebut. 

Ratusan korban tersebut berasal dari 7 lembaga pendidikan tingkat SMP/MTs dan SMA/MA. Meliputi Pondok Pesantren (Ponpes) Teknologi Informasi Al Hidayah Desa Wonodadi, Ponpes Mahad An Nur Desa Singowangi, serta SMPN 2 Kutorejo.

Terpisah, Kepala SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Afni, menduga penyebab keracunan massal itu bisa disebabkan dari ayam atau telur yang diolah. ”Bisa jadi bakterinya potensi, kalau nggak di ayamnya ya di telurnya,” jelasnya. (oce/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#keracunan mbg #Keracunan Mojokerto #korban mbg mojokerto #Korban Keracunan MBG #keracunan massal #mbg mojokerto