Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dinkes Kota Mojokerto Klaim Nihil Kasus Superflu

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 13 Januari 2026 | 09:20 WIB

Ilustrasi seseorang terpapar flu (ANTARA/Shutterstock/Cat Box)
Ilustrasi seseorang terpapar flu (ANTARA/Shutterstock/Cat Box)
Berisiko bagi Lansia, Warga Diminta Waspada

KOTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) PPKB Kota Mojokerto menyatakan wilayahnya masih aman dari penyakit influenza varian A H3N2 subclade K atau superflu yang saat ini merebak di Jawa Timur. Meski masih nihil kasus, dinkes meminta masyarakat tetap waspada, karena jenis flu ini lebih mudah menular dan berisiko bagi lansia. 

Kepala Dinkes PPKB Kota Mojokerto Achmad Rheza mengklaim penyakit superflu belum terdeteksi di Kota Mojokerto. Menurutnya, hingga kini belum ada laporan warga yang terjangkit. ”Jadi memang dari laporan belum ada kasus di Kota Mojokerto, untuk di Jatim memang infonya sudah ada kasusnya,” katanya, kemarin (12/1).

Rheza menyatakan, flu tipe subclade K disebut superflu karena tingkat penyebarannya lebih cepat dibanding flu pada umumnya. Penyakit yang marak saat musim hujan ini lebih berisiko bagi lansia dan penderita yang memiliki komorbid. ”Seperti diabetes melitus, jantung, paru-paru, ginjal, dan lain-lain,” imbuh dokter kandungan tersebut.

Menurutnya, penderita superflu biasanya mengalami demam tinggi, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, lemas kaki, dan batuk kering. Dalam kondisi yang lebih serius, gejala yang dirasakan bisa lebih parah. ”Hingga yang berat adalah sesak, napas berat, nyeri dada, saturasi oksigen menurun, bahkan kadang hingga penurunan kesadaran,” tuturnya.

Rheza menjelaskan, penyakit ini paling rawan menular lewat percikan udara (droplet). Ketika orang yang terinfeksi superflu mengalami batuk, bersih, atau berbicara, virusnya rawan mengenai orang lain. Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah, hidung, atau mulut. ”Lingkungan yang tertutup juga bisa menjadi cara penularan,” imbuhnya.

Sebagai upaya pencegahan, dinkes meminta masyarakat menerapkan cara hidup sehat dan bersih dengan vaksin, cuci tangan, memakai masker, beretika saat batuk, hingga memastikan ventilasi udara yang cukup. ”Walaupun belum ada kasus di Kota Mojokerto, tetapi kasus yang terjadi di Jawa Timur termasuk tinggi, jadi warga tetap harus waspada,” tandasnya.

Untuk diketahui, Dinkes Provinsi Jawa Timur mencatat 18 pasien influenza A H3N2 subclade K alias superflu di Kota Malang dan Kabupaten Pasuruan selama September-November 2025. Secara kelompok usia, mayoritas dialami anak-anak dan remaja. Adapun secara nasional, Kemenkes mencatat 62 kasus hingga 1 Januari 2026. Varian flu yang terdeteksi masuk Indonesia sejak Agustus 2025 itu telah menyebar di 8 provinsi dengan jumlah kasus terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. (adi/ris)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#dinkes mojokerto #superflu #dinas kesehatan kota mojokerto