Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kasus DBD di Dawarblandong Mojokerto Tembus 32 Kasus, Mayoritas Sasar Anak-anak

Khudori Aliandu • Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:35 WIB

 

MENGKHAWATIRKAN: Petugas fogging melakukan pengasapan di Dusun Sidokerto, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, menyusul maraknya kasus DBD di desa setempat, kemarin (7/1).
MENGKHAWATIRKAN: Petugas fogging melakukan pengasapan di Dusun Sidokerto, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, menyusul maraknya kasus DBD di desa setempat, kemarin (7/1).
KABUPATEN - Tren kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, juga mulai mengkhawatirkan. Dalam dua bulan terakhir ini saja, warga yang terjangkit nyamuk aedes aegypti diketahui mencapai 32 orang. Mayoritas pasien dialami anak-anak dan remaja. 

Kepala Puskesmas Dawarblandong dr. Deny Setiyawan mengungkapkan, tren kasus DBD di wilayah Kecamatatan Dawarblandong belakangan memang terbilang tinggi. Bahkan, dalam dua bulan terakhir mencapai puluhan kasus. ’’Sepanjang Desember 2025 ada 28 kasus DBD, dan untuk Januari sampai tanggal 7, ada 4 kasus,’’ ungkapnya. 

Data Puskesmas Dawarblandong menyebutkan, warga yang terjangkit positif DBD hampir merata di berbagai desa. Paling banyak ada di Desa Talunblandong 6 orang, disusul Jatirowo, dan Bangeran masing-masing pasien 5 orang.

Selanjutnya, Desa Suru dan Polorejo, masing-masing 4 pasien, serta Cinandang 2 orang. Sementara sisanya masing-masing satu pasien. ’’Rata-rata pasiennya anak-anak, ada 22 pasien, sedangkan sisanya 10 pasien orang dewasa,’’ paparnya. 

Khusus empat pasien di bulan Januari ini ada di Desa Talunblandong 2 kasus, Jatirowo 1 kasus, dan Dawarblandong 1 kasus. Menurutnya, semua pasien sudah dalam penanganan medis di puskesmas. Bahkan, tiga pasien di antaranya dirujuk ke dua rumah sakit berbeda.

’’Pasien saat ini masih dalam penanganan medis. Pasien yang dari Dawarblandong dirujuk ke RSI Sakinah dan yang Talunblandong dirujuk ke RS RA Basoeni dan RSI Sakinah. Sedangkan satu pasien dalam penanganan puskesmas,’’ pungkas Deny. (ori/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Pemkab Mojokerto #dinkes mojokerto #DBD Mojokerto #fogging mojokerto